
Bandung, CyberNews. Masuknya musim penghujan dengan intensitas yang semakin sering belakangan ini bahkan cenderung ekstrim membuat pengawasan terhadap bentang rel di sepanjang jalur kereta api dari Bandung ke arah timur menuju Kroya, Jateng ditingkatkan.
Sedikitnya 259 juru periksa jalan dikerahkan untuk kepentingan tersebut. Sebanyak 53 personil di antaranya merupakan juru periksa jalan ekstra. Peningkatan aktivitas pengawasan itu bukannya tanpa alasan. Mayoritas jalur KA Bandung-Banjar misalnya berada di perbukitan.
Dengan demikian, Kondisi itu mengancam ketahanan jalur dari potensi longsor. Terlebih ada pengalaman sebelumnya di awal tahun sehingga lalu lintas KA sempat lumpuh. Kejadian longsor itu membuat rel menggantung di Km 233+9/0 di antara petak jalan rel antara Stasiun Bumiwaluya-Cipeundeuy, Kabupaten Garut pada Selasa, 24 Februari 2009.
Pengawasan itu mencakup pula terhadap keberadaan sekitar 10 jembatan penghubung. Jembatan-jembatan itu membentang di antaranya mulai dari trek antara Nagreg-Leles, Leles-Cibatu hingga Cipeundeuy, dan Manonjaya-Ciamis.
"Untuk jembatan, kami mengerahkan sebanyak 15 orang yang bertugas secara terus-menerus melakukan pengawasan dengan cara meronda. Jembatan-jembatan itu memiliki panjang lebih dari 100 meter," tandas Jubir PT KA Daop II Bandung, Bambang Setyo Prayitno di Bandung, Sabtu (2/1).
( Setiady Dwi / CN14 )