panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Januari 2010 | 16:25 wib
Pansus Century Fokus Pada Pejabat BI

Jakarta, Cybernews. Panitia Khusus Hak Angket Kasus Bank Century DPR masih memokuskan pemeriksaan kepada pejabat dan mantan pejabat Bank Indonesia untuk memperoleh keterangan seputar merger Bank Century dan pencairan Fasilitas Pendaaan Jangka Pendek (FPJP).

Panitia Angket akan meminta keterangan dari tujuh orang pejabat dan mantan pejabat BI pada rapat Panitia Angket, Selasa (5/1) hingga Kamis (7/1), terang anggota Panitia Angket Kasus Bank Century DPR Maruarar Sirait.

"Panitia Angket Kasus Bank Century perlu melakukan pendalaman kepada pejabat dan mantan pejabat BI untuk mengklarifikasi keterangan yang telah diberikan oleh mantan pejabat BI yang telah diperiksa sebelumnya," kata Maruarar  melalui sms kepada ANTARA, Sabtu.

Ketujuh orang itu adalah mantan Gubernur BI Aulia Pohan, mantan Direktur Pengawasan BI Sabar Anton Tarihoran, mantan Deputi Gubernur BI Maman H Soemantri dan Maulana Ibrahim, dan mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak.

Kamis (9/1), Panitia Angket akan meminta keterangan Deputi Gubernur BI Budi Mulya dan mantan Direktur Pengawasan BI Zainal Abidin.

Menurut Maruarar, keterangan dari pejabat dan mantan pejabat BI ini diperlukan untuk mendalami persoalan sekaligus mengklarifikasi keterangan yang telah diberikan pejabat dan mantan pejabat BI sebelumnya.

Senin (21/12), Panitia Angket telah meminta keterangan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan mantan Deputi Gubernur BI Anwar Nasution dan Miranda Goeltom.

Keesokannya, Selasa (22/12), Panitia Angket  meminta keterangan mantan Gubernur BI Boediono, mantan Deputi Gubernur BI Miranda S Goetom, serta Deputi Gubernur BI S Budi Rochadi.

Ketika dimintai keterangan, Burhanuddin Abdullah beberapa kali menyebut nama Direktur Pengawasan Sabar Anton Tarihoran, sedangkan Boediono menyebut nama Direktur Pengawasan Siti CH Fajriah. Siti Fajriah belum bisa dihadirkan karena sakit.

( Ant / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 11:53 wib
Dibaca: 17
25 Mei 2012 | 11:42 wib
Terkait Percepatan Konversi Minyak ke Gas
Dirut PT BPE Tandatangani Nota Kesepahaman Pemanfaatan Gas
Dibaca: 115
25 Mei 2012 | 11:31 wib
Dibaca: 81
25 Mei 2012 | 11:20 wib
Dibaca: 123
25 Mei 2012 | 11:09 wib
Dibaca: 112
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER