
Mataram, Cybernews. Kepala Divisi Bulog Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) Rito Angky Pramono mengatakan, kualitas beras NTB merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.
Meski kualitas berasnya cukup baik, lanjut dia harga beras NTB ternyata paling murah di dalam negeri. Harga beras di NTB rata-rata Rp5.500 per kg hingga Rp6.000 per kg sementara daerah lainnya harganya Rp7.000 per kg hingga Rp9.000 per kg.
Saking murahnya harga beras NTB, menurut dia, sejumlah daerah minta dikirimi beras dari NTB seperti Bali, NTT, Medan, dan DKI Jakarta. Untuk Bali telah dikirim sekitar 28.000 ton dan NTT sebanyak 15.000 ton.
Dikatakan, murahnya harga beras di NTB, maka Bulog tidak perlu melakukan operasi pasar (OP), sebab jika dilakukan maka harga beras itu akan lebih murah, sehingga keuntungan petani makin mengecil.
Di sejumlah pasar tradisional seperti pasar Kebon Roek, Ampenan, Sweta Bulog membuka kios untuk menjual beras, namun untuk sekarang ini beras yang dijual Bulog selalu tersisa, karena masyarakat kebanyakan membeli di pedagang, karena harganya sama.
Pada 2009 Bulog NTB mentargetkan membeli beras petani sebanyak 210.000 ton realisasinya sejak Januari hingga kini telah mencapai 268.000 atau lebih dari 100 persen, hal ini disebabkan karena sepanjang tahun petani tidak putus-putusnya melakukan panden.
Pemerintah tetap menganjurkan agar petani mentaati pola tanam, yakni padi-padi kemudian palawija, namun petani terkadang jika ada air malas menanam palawija, sehingga ada saja yang panen walaupun pada musim kemarau seperti saat ini.
"Pembelian beras petani tersebut sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat NTB disamping permintaan dari luar daerah seperti NTT dan Bali," jelasnya.
( Ant / CN12 )