
Salatiga, CyberNews. Alokasi beras untuk rakyat miskin (Raskin) dan jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima Raskin di Kota Salatiga pada tahun 2010 dipastikan berkurang dibanding tahun 2009. Hal ini terkait pengurangan kuota Raskin oleh pemerintah pusat, dari 1.511.100 kg menjadi 1.193.836 kg pada tahun ini. Sedangkan jumlah penerima berkurang dari 8.395 RTS menjadi 7.635 RTS.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Salatiga Sri Danudjo mengatakan, meski tidak ada alasan rinci, pengurangan itu sudah menjadi kebijakan dari pemerintah pusat mulai tahun 2010 ini.
"Karena berkurangnya alokasi yang diterima, maka jumlah penerimaan setiap bulan juga hanya menjadi 13 kg/bulan dari sebelumnya 15 kg/bulan. Namun untuk harga tetap Rp 1.600/kg," jelas Danudjo ketika ditemui, Jumat (1/1).
Mengantisipasi hal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk melakukan sosialisasi kepada warganya. Untuk Kota Salatiga, alokasi Raskin setiap bulannya tetap 15 kg, tetapi jumlah bulannya tidak 12 bulan seperti yang telah berjalan selama ini. Nantinya selama 10 bulan, setiap RTS mendapat jatah Raskin 15 kg/bulan, tetapi pada bulan ke-11 mereka hanya mendapat jatah 6 kg.
Kebijakan yang dilakukan itu, jelas Danudjo, menyesuaikan kebijakan dari Bulog yang telanjur mengemas Raskin 15 kg tiap kantongnya. Terkait pengurangan jumlah RTS penerima Raskin, untuk menghindari adanya gejolak dari masyarakat yang dicoret dari daftar RTS, pihaknya memberi waktu satu bulan kepada kecamatan untuk mensosialisasikannya.
Pada tahun 2010 ini, pencairan Raskin kemungkinan baru bisa dilakukan sekitar bulan Februari-Maret.
Terpisah, Camat Sidorejo Drs Muthoin MSi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui bila alokasi Raskin dan jumlah RTS penerima pada tahun 2010 mengalami penurunan. Namun pihaknya belum mengetahui berapa angka pasti jumlah penerima yang ada di wilayahnya.
( Basuni Hariwoto / CN16 )