
Jakarta, CyberNews. Keluarga menyatakan, jenazah almarhum Frans Seda akan dimakamkan 3 Januari mendatang.
"Dari putri beliau saya mendapat informasi, Om Frans Seda (FS) meninggal sekitar pukul 05.00 subuh WIB di kediamannya di Pondok Indah, dan saat ini jenazahnya disemayamkan di rumah duka Jln Metro Kencana V/5 Pondok Indah, Jakarta Selatan," ungkap Dr Andreas H Pareira, politisi PDI Perjuangan yang mantan anggota Komisi I DPR RI, mewakili keluarga.
Ditambahkan, hingga saat ini, pihak keluarga masih merundingkan tempat pemakaman, apakah di Jakarta atau di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Andreas H Pareira mengungkapkan, dengan meninggalknya Frans, Indonesia kembali kehilangan seorang putra terbaik, menyusul rekannya sesama pejuang, Gus Dur, yang menghembuskan nafas terakhir Rabu (30/12) sore.
Frans Seda (FS), menurut doktor ilmu politik ini, merupakan putra Indonesia berdarah Flores yang dikenal sebagai politisi intelektual segala zaman.
"Di zaman Bung Karno, FS adalah Ketua Partai Katolik, lalu sukses menjadi Menteri Perkebunan dan Menteri Keuangan. Sedangkan di zaman Orde Baru (Orba), FS menjabat Menteri Perhubungan, dan terakhir di-Dubes-kan, karena sikapnya yang keras terhadap rezim Soeharto," ujarnya.
Pada dua dekade terakhir masa Orba, demikian Andreas Pareira, FS lebih dikenal sebagai kolumnis kritis untuk bidang ekonomi-politik.
"FS juga dikenal sebagai lobyst bukan hanya di tingkat nasional, juga tingkat internasional. FS tercatat sebagai tokoh senior di belakang layar yang mendorong dan mendukung perjuangan Megawati Soekarnoputri," ungkapnya.
Itulah sebabnya, sampai akhir hayatnya, FS merupakan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan.
( Ant / CN16 )