Subcribe RSS RSS SUARAMERDEKA.COM
TRY OUT UJIAN NASIONAL ONLINE
 
.:Kuliner


29 Desember 2009 | 12:17 wib | Ekonomi

Pengamat: Rupiah Capai Rp9.000 pada 2010

Jakarta, Cybernews. Pengamat pasar uang Farial Anwar mengatakan, rupiah pada 2010 diperkirakan akan dapat mencapai Rp9.000 per dolar, namun tidak akan berlangsung lama karena Bank Indonesia (BI) tidak menginginkannya.

BI mempunyai kepentingan juga agar rupiah tidak terlalu menguat sehingga akan segera menahannya agar dolar tidak terlalu melemah, katanya di Jakarta, Selasa (29/12).

Direktur Currency Management Group menyatakan, apabila rupiah menguat dengan masuknya capital inflows (arus modal) ke pasar uang, maka posisi paling nyaman ada di level Rp9.300 per dolar AS. "Kami optimis rupiah akan berada di level Rp9.300 per dolar AS sejalan dengan makin tumbuhnya ekonomi di dalam negeri yang diperkirakan mencapai 5,5 persen," katanya.

Ia mengatakan, rupiah sulit menguat, namun kalau merosot cenderung mudah, karena pasar uang Indonesia mudah diatur oleh pelaku asing yang memiliki modal lebih kuat. Mata uang Indonesia sebelumnya sempat mencapai Rp9.365 per dolar, namun segera terpuruk di atas angka Rp9.400 per dolar bahkan sempat di atas angka Rp9.500 per dolar minggu ketiga bulan Desember, katanya.

Rupiah dua bulan lalu, lanjut dia bergerak naik maupun turun hingga posisinya di kisaran Rp9.450 sampai Rp9.500 per dolar, karena Bank Indonesia (BI) menjaganya agar mata uang itu tidak berada di luar kisaran tersebut.

BI mempunyai kepentingan terhadap dolar, apabila rupiah menguat terlalu tajam maka akan mengganggu pendapatan yang diperoleh dalam bentuk dolar, katanya. Sementara itu, pengamat pasar uang lainnya, Edwin Sinaga mengatakan, rupiah mempunyai peluang untuk menguat lagi tahun depan, karena Indonesia dianggap pasar potensial oleh pelaku asing.

Dirut PT Finan Corpindo Nusa ini mengatakan, rupiah saat ini tidak akan berada jauh di kisaran Rp9.400 hingga Rp9.500 per dolar. Apalagi sisanya yang tinggal beberapa hari saja pada akhir tahun ini tidak akan dapat mendorong rupiah menguat hingga mencapai angka Rp9.400 per dolar, ucapnya.

Pasar uang maupun pasar saham Indonesia masih diminati pelaku asing, meski mereka mengkhawatirkan dampak kasus Bank Century terhadap perekonomian dan pasar ekuitas.

"Kami ingin kasus Century dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga program pemerintah terhadap ekonomi akan berjalan dengan baik," katanya.

( Ant / CN12 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share



+ Indeks Berita  

          Berita Terbaru

18 Maret 2010 | 22:45 wib | Nasional

Tersangka Korupsi, Kajari Wonosobo Dicopot

Jakarta, CyberNews. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonosobo Edi Soetiyono dicopot dari jabatannya karena menjadi tersangka korupsi. Kamis kemarin, tim…

18 Maret 2010 | 22:36 wib | Daerah

Dua Tewas
5 Kendaraan Tabrakan Karambol image

Temanggung, CyberNews. Tabrakan karambol yang melibatkan 5 kendaraan terjadi di jalan raya Secang-Ambarawa Km 13 Desa Pingit Kecamatan Pringsurat, tepatnya…

18 Maret 2010 | 22:23 wib | Nasional

Susno Tidak Penuhi Panggilan Divpropam image

Jakarta, CyberNews. Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Susno Duadji tidak hadiri undangan Polri untuk dimintai keterangan soal makelar…

18 Maret 2010 | 22:15 wib | Daerah

Terpidana DO SPBU Tingkir Meninggal Mendadak di LP image

Semarang, CyberNews. Ibnu Sudjoko, terpidana kasus korupsi tunggakan delivery order SPBU Tingkir Salatiga, yang menghuni LP Kedungpane Semarang sejak…

18 Maret 2010 | 22:10 wib | Nasional

Jumpa Pers Obama Berlatar Belakang Istana

Jakarta, CyberNews. Lima hari menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sejumlah persiapan terus dilakukan pihak Istana. Meski tidak…


© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.