
Pemalang, CyberNews. Sejumlah jalur pendakian menuju puncak Gunung Slamet hingga kini masih ditutup. Oleh karena itu, para pendaki gunung yang hendak merayakan tahun baru 2010 dilarang naik ke puncak gunung nomor dua tertinggi di Jateng tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Sukedi, Sabtu (26/12).
Menurut dia, kebijakan itu dilakukan karena kondisi puncak gunung berketinggian sekitar 3.480 di atas permukaan laut (dpl) itu dinilai masih belum aman untuk keselamatan para pendaki. Dia mengemukakan, larangan pendakian menuju ke puncak gunung sudah diberlakukan sejak Mei 2009 dan hingga akan dibuka kembali setelah kondisinya dinyatakan aman.
Status Gunung Slamet saat ini masih waspada dan kawah gunung masih mengeluarkan gas solfatara yang mengandung belerang. "Embusan gas solfatara dikhawatirkan bisa membuat orang pingsan," katanya. Selain itu, sejak beberapa pekan terakhir kondisi cuaca menuju puncak terus diselimuti kabut tebal akibat diguyur hujan. Kondisi ini membuat jarak pandang terbatas, sehingga cukup berbahaya bagi para pendaki.
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya pendaki yang nekat melakukan pendaikan ke puncak gunung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para petugas yang berjaga di jalur pendakian yang lain. Sedikitnya, ada lima jalur pendakian menuju Gunung Slamet. Yakni jalur Bambangan di Purbalingga, jalur Kaliwadas Brebes, jalur Baturraden Banyumas, jalur Gambuhan di Pemalang dan jalur Guci Kabupaten Tegal.
( Wawan Hudiyanto / CN14 )