
Pati, Cybernews. Asmo Wardi (70), Kakek Alfa Nurul Fikri (20), korban tewas keruntuhan bangunan baru perluasan Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta mengaku memiliki firasat sebelum cucunya meninggal. Pria beristri dua itu pernah bermimpi keluarga anaknya, Legiman melaksanakan gawe besar dengan nanggap wayang kulit.
"Kalau saya tidak bermimpi atau memiliki firasat apa-apa. Kakeknya justru yang katanya pernah mimpi saya punya gawe besar," ujar Legiman, Kamis (24/12).
Mimpi tersebut, kata dia, biasanya memberikan isyarat akan ada lelayu. Hal itu terbukti, Rabu (23/12) malam saat dirinya menonton berita di televisi tentang runtuhnya bangunan baru tempat kerja anak sulungnya.
Berdasarkan keterangan para keluarga, Fikri dikenal cukup dekat dengan sang kakek yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya di RT 02 RW 5 Dukuh Sridonomulyo, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati. Termasuk dua adiknya M Suyitno (17), dan Mega Puspitasari (10) yang sejak kecil kerap ditinggal merantau ayah dan ibunya. Karena itu, Asmo merasa sangat terpukul dengan kepulangan cucunya yang tinggal nama. Dia tampak tak sadarkan diri mulai jenazah sampai ke rumah duka pukul 11.30 hingga usai pemakaman, pukul 14.00.
Sesekali dia siuman dan menyebut nama Fikri. Dia mengira cucunya itu masih hidup dan berharap pulang dalam keadaan utuh sehingga dapat bercengkerama lagi. Sejumlah anaknya berusaha menenangkan agar tidak terus mengigau. Namun, sampai sore pukul 16.00 dia hanya memancarkan tatapan kosong dan sesekali membanting kedua kakinya di atas tempat tidur.
"Dia tidak berani pamit dengan saya karena takut tidak saya izinkan (ke Jakarta-Red)," ujarnya pelan kepada Suara Merdeka.
( Moch Noor Efendi / CN12 )