
Pati, Cybernews. Keluarga Alfa Nurul Fikri (20), korban keruntuhan bangunan baru perluasan Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta, Rabu (23/12) meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan yang menangani proyek tersebut. Pihaknya meminta kejelasan santunan dan uang duka atas tewasnya pemuda asal Dukuh Sridonomulyo, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati itu.
Paman korban, Mashuri, Kamis (24/12) seusai pemakaman meminta dua perwakilan PT Jagad Baja Jakarta yang ikut mengantar jenazah keponakannya dari RSCM sampai ke rumah duka ditahan untuk beberapa saat. Mereka diminta memberikan kejelasan tentang dana santunan dengan membuat surat pernyataan.
"Kematian ini bukan karena kesalahan pekerja, tapi konstruksi bangunan yang tidak tidak benar sehingga menyebabkan pekerja tertimpa bangunan yang runtuh. Jadi wajar kalau kami pihak keluarga meminta pertanggungjawaban dari perusahaan," ujar pria berperawakan tinggi besar itu.
Kendati telah dijelaskan seorang perwakilan dari PT Jagad Baja, Paiman, pihak keluarga tetap ngotot meminta pernyataan hitam di atas putih. Mashuri juga menginginkan santunan diberikan secepatnya untuk membantu keluarga yang kondisi ekonominya pas-pasan.
Paiman menyatakan, tanpa adanya desakan dari keluarga perusahaannya tetap memberikan santunan melalui dana jamsostek. PT Jagad Baja saat ini tengah mengurus dan jika prosesnya telah selesai segera diberikan kepada keluarga korban.
"Jamsostek sedang diurus. Kemarin setelah kejadian petugas dari PT Jamsostek juga telah mengecek TKP dan mendata para pekerja yang menjadi korban," katanya.
Mengenai rancangan bangunan yang tidak benar sehingga runtuh saat pengerjaan, pria yang juga selaku pelaksana lapangan proyek bangunan toilet itu menepisnya. Dia menyatakan, spesifikasi bangunan sudah benar dan pelaksanaan proyek diawasi ketat. Hanya saja, kata dia, beton existing-nya yang jebol tidak bisa diprediksi sebelumnya.
( Moch Noor Efendi / CN12 )