
Jakarta, CyberNews. Direktur PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar kembali mengusulkan margin atau tingkat keuntungan yang didapat PLN dari hasil penjualan listrik, naik dari 5% menjadi 8%.
"Ada (usulan) tambahan margin sehingga dr 5% jd 8% dengan demikian PLN mempunyai kesempatan untuk mengenerate pinjaman dari luar baik itu dari obligasi maupun pinjaman perbankan," jelasnya di Jakarta, Selasa (22/12).
Dengan keuntungan penjualan listrik yang makin bertambah, menurut Fahmi, PLN mempunyai keleluasaan menarik pinjaman lebih besar. Pasalnya, tambah dia, krisis listrik yang terjadi sekarang ini disebabkan minimnya pendanaan terhadap pembangunan infrastruktur listrik. "Untuk 2010 saja kita ada kekurangan pendanaan sekitar hampir Rp 32 triliun," cetusnya.
Karenanya, pemerintah mencari solusi pendanaan diantaranya melalui alokasi APBN. Caranya, kata dia, pemerintah menerbitkan SUrat Berharga Negara (SBN) dengan bunga 0% sebesar Rp 10 triliun. Kemudian, penerbitan tersebut digunakan untuk pendanaan di PLN. "Jadi ini yang subsidiary loan agreement," katanya.
Sementara, tambah dia, perhitungan kekurangan pendanaan sebesar Rp 32 triliun itu diperlukan untuk pembangunan listrik di seluruh Indonesia. "Rp 32 triliun itu baik untuk proyek-proyek pembangkit, transmisi, dan distribusi," ungkap Fahmi.
( Kartika Runiasari / CN13 )