panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Desember 2009 | 16:45 wib
Pelarian Napi Sukamiskin
Patrialis: 2010, Pengamanan Lapas Dirubah Secara Revolusioner

Bandung, CyberNews. Kasus pelarian narapidana seumur hidup, Rasit Darwis dari Lapas Sukamiskin menjadikan sistem pengamanan di seluruh Lapas, terutama Lapas Kelas I diubah secara drastis dengan ditunjang penggunaan teknologi.

"Untuk 2010, penanganan Lapas harus diubah secara revolusioner," tegasnya.

Untuk itu, Patrialis bakal meningkatkan porsi bagian pembinaan Lapas dalam anggaran Depkumham dari APBN sebesar Rp 4,5 triliun. Selama ini, jatah Ditjen Pemasyarakatan kurang dari 10 persen per tahunnya.

Senin (21/12), Menkumham Patrialis Akbar bersama jajarannya melanjutkan peninjauannya di Lapas Sukamiskin Bandung. Sebelumnya, dia langsung mendatangi Lapas itu tak lama setelah mendapat kabar pelarian Rasit yang dinilainya langka dan dilakukan secara sistematis pada Minggu (20/12) jelang tengah malam.

Dalam kunjungan itu, Patrialis didampingi Kabareskrim Polri Ito Sumardi. Kepada polisi, kader PAN itu meminta agar bersungguh-sungguh mencari Rasit dan kawannya  yang sempat menembak sipir bernama Asep Suhara alias Asep Saddam hingga terluka dengan senjata api laras pendek.

Menurut Patrialias, mekanisme kunjungan bagi warga binaan akan diperketat, mencakup hari dan waktu kunjungan. Jam besuk pada hari Minggu kemungkinan ditiadakan menyusul keterbatasan petugas di hari libur.

Di Lapas Kelas I yang dihuni napi kelas berat karena menjalani masa tahanan 10 tahun sampai seumur hidup, dia juga telah meminta agar dipasang fasilitas kamera pengintai di seluruh pintu masuk. Monitoringnya disebar tak hanya di
Lapas, tapi bisa diakses petugas kepolisian terdekat, petugas BNN, dan Pemda.

Dalam kejadian itu, CCTV Lapas Sukamiskin tidak berfungsi optimal karena tidak bisa merekam. Alatnya pun dinilai ketinggalan zaman.

"Lebih bagus CCTV yang dipasang di dalam rumah," jelasnya.

Diakui Patrialias, selama ini, petugas sipir tidak ditunjang oleh peralatan memadai dalam pengawasan terhadap napi. Terlebih, rasionya tidak seimbang, yakni 1 sipir bisa berbanding 100 napi. Dalam pengawasannya, petugas tidak pula dilengkapi radio komunikasi tapi dilakukan secara konvensional, sehingga tidak bisa cepat bergerak saat ada kejadian.

Pihaknya juga tengah meminta izin kepada kepolisian, agar petugas sipir dapat dilengkapi senjata api. Secara berkala, petugas kepolisian bersenjata lengkap juga ditempatkan untuk memperkuat pengamann Lapas.

( Setiady Dwi / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 18:17 wib
Dibaca: 93
25 Mei 2012 | 18:07 wib
Dibaca: 101
25 Mei 2012 | 17:57 wib
Dibaca: 177
image
25 Mei 2012 | 17:49 wib
Dibaca: 226
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER