
Bandung, Cybernews. Insiden kaburnya Rasit Darwis, napi Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, merupakan kasus pertama di Indonesia yang dipicu lemahnya sistem penjagaan lapas. Demikian disampaikan Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar.
Saat melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Sukamiskin, Minggu (20/12) pukul 23.30 WIB, Menhukham mengatakan peristiwa itu akibat kurangnya penjagaan. Terang saja, kata Patrialis, saat kejadian hanya ada empat petugas. Itupun tidak dilengkapi senjata.
Selain itu pula, kamera pengintai (CCTV) di Lapas Sukamiskin dalam kondisi rusak. Alhasil CCTV tidak merekam saat tahanan kabur. Agar peristiwa itu tidak terulang lagi, Patrialis bakal menambah lagi dan merekrut para sipir baru.
Patrialis Akbar menekankan kepada Kepala Lapas Sukamiskin untuk lebih memperketat penjagaan. Kepala lapas juga diimbau agar memeriksa tamu yang akan besuk dengan teliti dan juga melarang jam besuk pada Ahad.
Kaburnya napi kasus pembunuhan itu dibantu rekannya sendiri. Caranya yakni dengan menembak salah seorang penjaga penjara. Akibatnya petugas mengalami luka. Hingga kini petugas lapas terus memburu Rasit dengan dibantu kepolisian.
( metrotvnews / CN12 )