
Jakarta, CyberNews. Tim dari Badan Resere Kriminal dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Markas Besar Kepolisian RI yang berangkat ke Jayapura, Papua, pada Rabu (16/12) untuk melakukan proses identifikasi terhadap jenazah Kelly Kwalik, saat ini tengah melakukan proses pengambilan contoh DNA di tubuh jenazah.
Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Brigadir Jenderal Musadek Ishaq, Jumat (18/12). Sebagai DNA pembanding, tim akan mengambil sampel dari orang tua Kelly Kwalik atau istri dan anak kandungnya.
Pengambilan DNA pembanding itu, lanjut Musadek, saat ini sudah dalam proses pengambilan sampel.
"Semua sampel itu nantinya akan dilengkapi dengan sidik jari, foto-foto, dan ciri-ciri umum lainnya," jelas dia.
Sebelumnya, Tim Khusus Markas Besar Polri berhasil meringkus Kelly Kwalik di sebuah rumah, di hutan Mile 26 pada Rabu (16/12), pukul 03.00 WIT. Dalam insiden itu, Kelly sempat melakukan perlawanan dengan menembak ke arah petugas menggunakan senjata api revolver.
Sebelum tewas, Kelly dilarikan ke Rumah Sakit Kencana, Timika. Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WIT dia dinyatakan meninggal. Dari TKP, polisi menemukan dokumen yang menyatakan Kelly Kwalik adalah otak dari tiap serangan di Papua.
( Tmp / CN16 )