panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Desember 2009 | 23:48 wib
Lulusan Terbaik Akpol TA 2009
''Supaya Bapak Bisa Salaman Dengan SBY''
image

Semarang, CyberNews. Sebanyak 499 taruna mengikuti pengambilan sumpah atau janji dalam upacara penutupan pendidikan Taruna Akpol tahun ajaran 2009 di lapangan Bhayangkara Akpol, Semarang, Kamis (10/12).

Pengucapan sumpah itu merupakan sebuah rangkaian prosesi sebelum mereka dilantik menjadi anggota Polri, yang akan dilakukan di Dermaga Ujung Armada Timur, Surabaya, 23 Desember 2009.

Adalah Tiksnarto Andaru Rahutomo (20), taruna detasemen 41 (sebutan untuk taruna yang masuk pada tahun ajaran 2006), dan Riyanto (27), taruna detasemen 42 (masuk tahun ajaran 2007), yang menjadi pusat perhatian. Mereka menerima penghargaan Adhi Makasaya dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Sebuah penghargaan yang menobatkan dua orang itu sebagai taruna terbaik pada angkatannya masing-masing, dinilai dari aspek akademis, jasmani, dan kepribadian atau mental.

Bahagia, haru dan gembira tentu saja dirasakan oleh keduanya. Namun lebih dari itu, mendapat penghargaan Adhi Makasaya bagi Tiksnarto sebuah ''pemenuhan'' pesan dari almarhum ibunya, Titik Sumartini, yang ditujukan kepada sang bapak, Supiyarto.

Lelaki asal Wonolopo, Mijen, Semarang, itu pun kini merasa ''plong''. Selain itu, ''pengorbanannya'' saat memutuskan mengundurkan diri sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Industri, UGM Yogyakarta itu, juga tak sia-sia. "Selepas lulus SMA, saya diterima di UGM namun dalam waktu bersamaan juga lolos seleksi taruna Akpol. Ibu meninggal dunia pada bulan Ramadhan lalu karena sakit. Sebelum meninggal, beliau cuma berpesan kalau saya harus jadi lulusan terbaik supaya bapak bisa bersalaman dengan Pak SBY," ujar alumni SMA 3 Semarang lulusan tahun 2006 itu.

Perasaan hampir serupa juga dialami oleh Riyanto, taruna asal Tuban, Jawa Timur. Alumnus S1 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, yang lulus tahun 2006 itu, tak pernah mengira sebelumnya kalau akan memperoleh penghargaan Andhi Makasaya.

Sebelum diterima di Akpol, Riyanto dinyatakan lulus mengikuti test sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun dalam waktu yang bersamaan, ia juga lulus dalam seleksi penerimaan siswa sekolah calon bintara (Secaba). Atas saran sang bapak, Slamet (54), yang kesehariannya bertani di kampung halaman, Riyanto memutuskan untuk masuk Secaba.

"Empat bulan saya ditempatkan di Polres Bojonegoro lalu disarankan oleh bapak lagi untuk mendaftar Akpol. Dan hari ini, saya mewakili teman-teman taruna saat upacara pengucapan sumpah. Saya telah membuat bangga kedua orang tua saya," ungkap dia.

( Adi Prianggoro / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12028
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12737
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12532
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14824
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12117
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER