
Kudus, CyberNews. Pemasangan instalasi untuk menyelesaikan proses pembangunan menara (tower) telefon selular di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (2/12), diwarnai dengan ancaman bunuh diri salah seorang warga setempat yang menolak pembangunan tersebut.
Ancaman bunuh diri salah seorang warga bernama Sodiq warga RT1 RW IV tersebut, dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB, bersamaan dengan sejumlah pekerja proyek pembangunan menara telefon selular yang akan memasang sejumlah instalasi, menyusul target pembangunan tower tersebut harus selesai pekan ini.
Mengetahui para pekerja hendak memasang sejumlah instalasi, warga langsung menaiki tower yang memiliki ketinggian sekitar 50-an meter lebih untuk menghentikan paksa pemasangan instalasi telepon selular tersebut, mengingat penolakan warga sekitar tidak diindahkan.
Menurut salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lau, Wardoyo, sebagian besar warga memang belum mengetahui adanya pembangunan tower telepon selular tersebut. "Kalaupun ada warga yang mengetahui, hanya warga sekitar lokasi tower," ujarnya.
Ia berharap, sejumlah pihak terkait segera mencarikan solusi terbaik, mengingat pembangunan tersebut dinilai belum sepenuhnya mendapat restu semua warga. "Hal ini dibuktikan dengan adanya ancaman salah seorang warga yang mengancam bunuh diri dari atas tower jika pekerja masih tetap memaksa menyelesaikan pemasangan instalasi," ujarnya.
Berdasarkan sejumlah informasi yang ada, protes warga tidak hanya sekali melakukan, tetapi berulang kali menyusul izin yang dikantongi kontraktor pembangunan tower hanya dari perangkat desa setempat dan beberapa warga sekitar bangunan tower yang diduga mendapat intimidasi dari pihak tertentu.
Bahkan, tanda tangan beberapa warga diduga dipalsukan untuk mendapatkan bukti persetujuan pendirian tower telefon selular dari sejumlah warga setempat.
Namun, protes warga belum mendapatkan jawaban yang memuaskan, hingga akhirnya ada salah seorang warga yang nekat mengancam bunuh diri dari atas tower.
Selang beberapa jam kemudian, ada salah seorang warga lagi yang bergabung dengan Sodiq ikut naik ke tower tanpa diketahui maksudnya, apakah untuk mengancam bunuh diri atau sekedar menemani.
Meskipun sejumlah aparat keamanan setempat, serta perangkat desa dan kecamatan datang ke lokasi, hingga pukul 17.00 WIB, aksi nekat warga tersebut belum juga usai.
Sejumlah perangkat desa atau kecamatan yang ada di lokasi belum bisa dimintai keterangannya terkait peristiwa tersebut.
( Ant / CN13 )