panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Desember 2009 | 00:06 wib
Mantan Wali Kota dan Sekda Tidak Diproses
Poltabes Akan Digugat di Pengadilan
image

Solo, CyberNews. Penahanan dua mantan Kepala Dikpora Solo, Pradja Suminta dan Amsori oleh Kejari Surakarta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar tidak diapresiasikan secara berlebihan oleh Koordinator  Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman. Menurutnya, keputusan jaksa tersebut sudah sangat terlambat terkait  pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Sangat aneh, Pradja Suminta dan Amsori yang hanya sebagai pelaksana yang lebih dahulu diproses, sedang atasannya masih bebas. Minimal pimpinan kedua tersangka yang diduga terlibat harus sama-sama diproses," jelasnya.

Kasus dugaan korupsi buku ajar tahun 2003 yang dianggarkan sebesar Rp 10,8 miliar, kata dia, merupakan implementasi keputusan pimpinan Pemkot Surakarta dengan legislatif bersama PT Balai Pustaka sebagai rekanan. "Pengadaan buku ajar 2003 yang semula tidak dianggarkan, setelah dilakukan loby-loby sejak pertemuan di Bali, di beberapa hotel baik di Solo dan Jakarta, akhirnya disepakati untuk dianggarkan yang jumlah anggarannya sekitar Rp 10,8 miliar," tandasnya.

MAKI yang kerap menyoroti soal korupsi mendesak Poltabes Surakarta untuk memproses pimpinan eksekutif (mantan Wali Kota Slamet Suryanto, mantan Sekda Qomaruddin-red), para anggota DPRD Surakarta yang membidangi soal anggaran hingga Murad Irawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO). "Jika dalam waktu sebulan tidak ada perkembangan untuk memeriksa mantan Wali Kota, mantan Sekda, anggota Dewan Komisi E yang turut serta membahas anggaran, kami akan mempraperadilankan Poltabes," ungkap dia dalam menyikapi kasus dugaan korupsi buku ajar yang menelan kerugian negara sekitar Rp 3,7 miliar.

Atas desakan dari MAKI tersebut, Kasat Reskrim Poltabes Surakarta Kompol Susilo Utomo menegaskan, pengusutan lebih lanjut kasus buku ajar menunggu persidangan Pradja Suminta dan Amsori. "Apa yang terungkap dalam sidang dan ada petunjuk yang mengarah atas keterlibatan mantan Wali Kota dan mantan Sekda, tentu akan kami tindaklanjuti," tegasnya.

Meski menunggu, penanganan kasus ini, kata Kasat mewakili Kapoltabes Surakarta Kombes Joko Irwanto, tetap berjalan. "Mantan Wali Kota sewaktu diperiksa beberapa bulan lalu diketahui sakit, akan kami cek kembali kondisi kesehatannya," papar Susilo.

Pada sisi lain, petugas, menurutnya, masih berupaya menangkap Murad Irawan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini dan masuk DPO.

Terkait rencana MAKI akan mempraperadilankan Poltabes karena dinilai tidak tuntas dalam menangani kasus buku ajar, Susilo Utomo mempersilahkan. "Itu hak masyarakat, silahkan saja mengajukan gugatan."

( Sri Hartanto / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
24 Juli 2014 | 21:17 wib
Dibaca: 42
24 Juli 2014 | 21:08 wib
Dibaca: 107
24 Juli 2014 | 20:59 wib
Dibaca: 138
24 Juli 2014 | 20:50 wib
Dibaca: 131
image
24 Juli 2014 | 20:41 wib
Dibaca: 151
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER