panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 November 2009 | 20:58 wib
Farouk Muhammad:
Presiden Harus Temukan Tim Delapan dan Kapolri
image

Jakarta, CyberNews. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta memanggil dan mempertemukan Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri serta jajarannya dengan Tim Delapan. Langkah itu sebaiknya dilakukan sebelum memutuskan kebijakan lebih lanjut terhadap penyidikan Chandra M hamzah dan Bibit Samad Riyanto.

Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Inspektur Jenderal (Purn) Farouk Muhammad menuturkan, hal itu untuk mencari jalan keluar terhadap kemungkinan perbedaan hasil penyidikan Polri dengan temuan verifikasi Tim Delapan. Menurut Farouk, baik kapolri maupun jaksa agung meyakini terdapat bukti kuat dalam penyidikan kasus tersebut. Dikatakan, dalam proses hukum, temuan Polri tidak bisa dinafikkan begitu saja. Namun, temuan Tim Delapan juga tidak ngawur.

Perbedaan dapat dikarenakan, intensitas penyidikan dan verifikasi yang mempunyai rentang waktu yang berbeda. Namun, dapat juga dikarenakan cara membaca sebuah fakta hukum yang berbeda. Walaupun diakui, terdapat kecurigaan publik terhadap keobjektifan Polri.

"Saya kawatir, fakta hukum Tim Delapan belum sepenuhnya merupakan fakta hukum yang dimiliki polisi dan jaksa penuntut umum. Kalau fakta sudah sama, tentu cara membacanya tidak jauh beda," kata Farouk.

Mantan Kapolda Maluku tersebut menuturkan, berdasarkan pengamatannya, kasus Chandra dan Bibit menjadi kontroversial, karena banyak pihak yang tidak mengerti duduk perkara sebenarnya turut mengomentari kasus itu. Namun, kasus itu sebenarnya hanya menjadi penyulut atas ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Polri, anggota di daerah-daerah harus membalikkan opini negatif dengan tidak melakukan hal-hal yang akan menyakiti hati rakyat. Sementara desakan pencopotan kapolri, menurutnya merupakan hak pregratif presiden.

"Kalau ada pejabat yang diganti, tapi kultur dan perilaku belum berubah, maka saya kawatir pejabat yang baru akan tertelan oleh sistem," tutur Farouk.

( Wahyu Wijayanto / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
25 Mei 2012 | 17:49 wib
Dibaca: 31
25 Mei 2012 | 17:40 wib
Dibaca: 84
25 Mei 2012 | 17:30 wib
Dibaca: 173
25 Mei 2012 | 17:10 wib
Dibaca: 154
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER