13 Nopember 2009 | 00:25 wib | Nasional
Jakarta, CyberNews. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengatakan, meski berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan penggunaan kondom namum tingkat penggunaan kondom pada laki-laki masih sangat rendah.
"Sampai sekarang pemakaian kondom masih rendah, hanya 1,3 persen dari akseptor KB. Padahal kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang berfungsi ganda, mencegah kehamilan tidak diinginkan dan penyakit menular seksual," kata Sugiri di Jakarta, Kamis (12/11).
Ia menambahkan, pencapaian peningkatan penggunaan kondom pada pasangan usia subur tahun 2009 pun belum belum sesuai target.
Menurut dia, pemerintah menargetkan pengguna kondom meningkat 300 persen dari tahun 2008 menjadi 976 ribu pada 2009 namun hingga saat ini peningkatannya baru mencapai 41 persen. "Tantangannya, sebagian masyarakat masih menolak kampanye kondom untuk pencegahan HIV karena menganggapnya tabu dan dapat memperluas perzinahan. Pengetahuan dan kepedulian masyarakat akan kesehatan reproduksi juga masih rendah," katanya.
Ada juga, dia menambahkan, yang masih kurang mempercayai efektifitas kondom untuk mencegah penularan HIV karena beranggapan virus HIV masih bisa keluar dari pori-pori kondom. "Padahal, menurut teknologi kedokteran terkini, kondom masih menjadi salah satu alat yang efektif mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual," katanya.
Pemerintah, kata dia, berupaya meningkatkan penggunaan kondom dengan memasukkan kegiatan kampanye kondom dengan kampanye program Keluarga Berencana (KB).
Komunikasi, informasi dan edukasi terkait penggunaan kondom, ia melanjutkan, juga dilakukan secara berlanjut kepada populasi yang berisiko tinggi tertular HIV.
BKKBN, kata dia, juga menyediakan kondom gratis dengan pesan pencegahan AIDS. "Tapi ini hanya kami berikan kepada yang meminta," katanya.
Distribusi kondom, lanjut dia, antara lain didistribusikan secara tidak langsung bekerja sama dengan sarana kesehatan, perusahaan, dan lembaga swadaya masyarakat.
Pencegah
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi mengatakan, jumlah kasus AIDS yang tercatat di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat.
Jumlah kasus yang tercatat di Indonesia hingga Juni 2009 menurut Departemen Kesehatan sebanyak 17.699 kasus sementara kasus HIV yang mendapat perawatan 43.118 kasus.
Nafsiah mengatakan, pemerintah melakukan berbagai cara untuk menghambat epidemi AIDS di Indonesia. "Sebagian besar penularan HIV berasal dari hubungan seksual dan penggunaan napza (narkotika) suntik," katanya.
Ia menambahkan, menurut estimasi jumlah laki-laki yang membeli seks di Indonesia sekitar 3,3 juta orang, pelaku hubungan seks sesama jenis 808 ribu dan pengguna napza dengan jarum suntik sebanyak 231 ribu orang. "Dan 1,6 juta perempuan tertular infeksi menular seksual karena berhubungan dengan laki-laki yang melakukan tiga perilaku berisiko tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, dalam kondisi tersebut, kondom menjadi satu-satunya alat yang bisa mencegah perluasan penularan infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS.
( Ant / CN13 )
Powered by Telkomsel Blackberry
Baca Juga
Palu, CyberNews. Menjelang Mukhtamar Ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) pada 23-27 Maret yang akan berlangsung di Makassar, semakin ketat persaingan kandidat…
Solo CyberNews. Ketua Mahkamah Konstitusi Prof DR Moh Mahfud MD menegaskan, bahwa praktik jual beli kasus di pengadilan menjadi ancaman serius.…
Cilacap, CyberNews. Gempa kembali guncang wilayah Jawa Tengah. Kali ini gempa berkekuatan 4,6 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,…
Yogyakarta, CyberNews. Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Poltabes Yogyakarta kembali berhasil meringkus dua dari lima pelaku pembobolan mesin anjungan…
Palestina, CyberNews. Menurut pejabat medis di Palestina, sedikitnya 11 orang cedera dalam serangan udara Israel di sebuah bandara selatan Gaza. Serangan…
© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.