
Pamekasan, Cybernews. Sebanyak 130 siswa sekolah dasar negeri (SDN) II Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin, terpaksa numpang melakukan kegiatan belajar mengajar di musala milik warga setempat.
Langkah ini dilakukan, menyusul aksi penyegelan di lembaga pendidikan tersebut yang dilakukan oleh pemilik lahan Zakki sejak Jumat (23/10).
Karena tidak dibuka dan para siswa tidak melakukan proses kegiatan belajar mengajar, maka pihak sekolah memutuskan menumpang ke musala milik warga di desa itu.
"Yang terpenting anak-anak bisa belajar, meski di tempatnya sangat darurat dan terbuka seperti ini," kata Kepala SDN Tebul Timur II, Saujan.
Menurut Saujan, tempat belajar dengan cara lesehan seperti itu memang kurang efektif, apalagi hanya dijadikan satu tempat mulai dari kelas I hingga kelas VI dan hanya disekat oleh dinding seadanya.