
Pagaralam, Sumsel, Cybernews. Program konversi atau pengalihan dari minyak tanah ke gas yang digulirkan pemerintah di Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, ternyata belum semua warga tersentuh, khususnya di daerah terpencil.
"Masih belum sepenuhnya bisa dirasakan seluruh warga pedalaman atau dusun yang jauh dari pusat kota, mereka masih banyak memasak menggunakan kayu bakar," kata Dailani warga Talang Kubangan, Kecamatan Dempo Selatan, Sabtu.
Menurut dia, cukup banyak anggapan mengapa banyak warga yang tidak kebagian, bisa jadi tidak terdata, terlambat didata atau sengaja tidak mengambil karena tidak mampu membayar uang diminta petugas saat pembangian.
Ia mengatakan, bagi masyarakat kecil tinggal dipedalaman yang namanya gratis jelas tidak bayar dan langsung menerima siap untuk digunakan.
Namun ketika ada yang memungut bayaran dengan alasan untuk biaya angkutan karena jaraknya cukup jauh, tidak semua warga mau dengan ikhlas membayarnya, lebih baik tidak mengambil, kata dia lagi.
"Selama ini warga di sini tidak ambil pusing mau dapat atau tidak, karena memakai gas yang sekarang harganya melambung ukuran 3 kg sudah Rp25 ribu per tabung," ungkap dia.
Menurut dia, warga lebih memilih memasak menggunakan kayu bakar lebih hemat dan tidak perlu mengeluarkan biaya.
Sekda Kota Pagaralam, A Fachri, mengatakan program ini langsung dari pihak Pertamina kepada masyarakat sehingga tidak diketahui dengan pasti apakah semua warga sudah didata untuk pembagian tabung gas gratis itu.
"Kita hanya menerima laporan saja sedangkan proses pembagian dari Pertamina langsung melalui ketua rukun tetangga (RT), kalaupun ada yang tidak kebagian kemungkinan saat pendataan sedang tidak berada di tempat," kata dia pula.