panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Oktober 2009 | 23:59 wib
Pengamat : Tiga Tantangan Menteri Perekonomian

Jakarta, CyberNews. Pengamat ekonomi Tony A Prasetyantono mengatakan, setidaknya ada tiga tantangan utama yang harus dihadapi oleh menteri perekonomian dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

"Pertama, realisasi dari proyek-proyek infrastruktur yang dapat mendorong efisisensi, menurunkan inflasi dan menarik investasi," kata Kepala Ekonom BNI tersebut kepada wartawan, Kamis (22/10).

Menurut dia, sampai saat ini masalah pembangunan infrastruktur masih sangat lambat, sehingga daya dorong terhadap perekonomian juga masih amat lemah.

Tantangan kedua, katanya, adalah memperbaiki struktur APBN. Menurut dia, struktur APBN harus dibenahi terutama melalui peningkatan penerimaan pajak dan 'tax ratio' sehingga bisa mencapai 'tax ratio' 20 persen sesuai dengan parktik yang baik  (best practice) di negara-negara yang lebih maju.

"Jika ini bisa dilakukan, ketergantungan utang akan berkurang. Terjadi kemandirian fiskal," katanya.

Tantangan keetiga adalah masalah industrialisasi. Menurut dia, industrilisasi harus didorong lebih cepat terutama yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.

"Persoalan kita kan kemiskinan dan pengangguran. Dua isu ini kan paling klasik dalam perekonomian kita yang selama ini cuma diatasi dengan obat sektor informal dan pertanian yang nilai tambahnya rendah. Industrialisasi bisa menjadi obat meski mensyaratkan peningkatkan pendidikan yang coba didorong melalui anggaran pendidikan 20 persen dari APBN," katanya.

Sementara itu, menurut dia, untuk program 100 hari ke depan, adalah menjaga stabilitas makro. Ia mengatakan, tanda tanda awal dari sembilan bulan yang telah dilalui, menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan di akhir tahun ini, di mana stabilitas makro masih terjaga.

"Karena sekarang rupiah kuat dan stabil, inflasi juga rendah, sampai akhir tahun paling 3,6 persen dan pertumbuhan ekonomi 4,3 persen optimis tercapai," katanya.

( Ant / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 17:10 wib
Dibaca: 77
25 Mei 2012 | 17:00 wib
Dibaca: 154
25 Mei 2012 | 16:50 wib
Dibaca: 162
image
25 Mei 2012 | 16:30 wib
Dibaca: 216
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER