22 Oktober 2009 | 22:23 wib | Nasional
Jakarta, CyberNews. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mempertimbangkan penggabungan Ujian Nasional dengan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Hal itu dilandasi pandangan bahwa pendidikan harus terintegrasi dengan baik.
"Saya tidak dalam posisi menilai UN perlu dilanjutkan atau tidak, setuju atau tidak setuju. Tapi, jenjang pendidikan di SMA belum terintegrasi dengan jenjang diatasnya," katanya saat serah terima jabatan dengan mantan Mendiknas Bambang Soedibyo, semalam (22/10).
Padahal, ujar dia, pihaknya ingin membangun pendidikan secara utuh. Dia juga tidak ingin bila pendidikan di jenjang sebelumnya, tidak diakui oleh jenjang pendidikan diatasnya.
"Nilai SMA masih belum integrated dengan perguruan tinggi. Seharusnya, kalau UN-nya bagus, seharusnya bisa masuk perguruan tinggi yang menggunakan UN sebagai acuan," tukasnya.
Yang jadi masalah, kata dia, sudah 'ngotot' belajar dan ikut tes, saat mau masuk perguruan tinggi masih harus ikut tes lagi. "Ga iso tah itu dijadikan satu," ucapnya dengan logat Surabaya yang kental.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi X Hakam Naja menyatakan, apa yang disampaikan oleh Mendiknas baru sebatas wacana. Namun demikian, bila pemerintah serius akan menggabungkan UN dengan SMPTN, maka DPR akan membahasnya.
"Tergantung proposal yang diajukan oleh pemerintah dan bagaimana formulanya. Sebab jangan sampai ada kesan, tiap ganti pejabat kemudian diikuti dengan pergantian kebijakan," tukasnya.
Terlebih, apa yang disampaikan oleh Mendiknas baru pemikiran dan belum dituangkan dalam konsep yang jelas. Meski demikian, Hakam mengatakan, bila nantinya konsep tersebut telah jelas, bukan tidak mungkin usulan tersebut akan disetujui DPR.
Yang jelas, kata dia, perlu ada penataan terhadap struktur, metode dan konten yang berbeda mungkin saja berbeda. Dalam kesempatan itu, Nuh juga mengatakan, program seratus hari pertama yang akan dikerjakan adalah memastikan apa yang sudah diprogramkan sebelumnya bisa berjalan.
Kemudian, dia memasukkan sejumlah program yang belum ada. "Berikutnya adalah mencari program yang akan dilakukan dan membuat program jangka panjang," jelasnya.
( Saktia Andri Susilo / CN13 )
Powered by Telkomsel Blackberry
Baca Juga
Pekanbaru, CyberNews. Pesan singkat atau Short Message Service (SMS) berisi jawaban soal Ujian Nasional (UN) yang beredar sehari sebelum pelaksanaan UN…
Klaten, CyberNews. Puluhan rumah warga di lima RT Desa Palar, Kecamatan Trucuk rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan akibat diterjang angin puting…
Solo, CyberNews. Jajaran Poltabes Surakarta menangkap Among Ridho (35), warga Taman Istana Bedali Agung, Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.…
Jakarta, CyberNews. Pemerintah menegaskan hanya akan memberikan subsidi BBM maupun listrik kepada masyarakat yang berhak atau masyarakat tidak mampu.Hal…
Denpasar, CyberNews. Oktaviano Prastiwan P Tolok (24) yang didakwa memerkosa mahasiswi asing asal Norwegia, dituntut tujuh tahun penjara dalam sidang…
© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.