panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Oktober 2009 | 21:05 wib
Proyek Fiktif di Kudus Mulai Diusut Polda Jateng

Semarang, CyberNews. Polda Jateng mengusut dugaan korupsi proyek fiktif di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kudus. Kasus yang diduga melibatkan pejabat setempat, dua proyek fiktif tersebut ditaksir merugikan negara hingga Rp 1,6 miliar.

Proyek fiktif dimaksud adalah pekerjaan perbaikan dan normalisasi Sungai Gelis, Desa Besito Kecamatan senilai Rp978 juta dan pekerjaan perbaikan dan normalisasi sungai di Dukuh Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog senilai Rp750 juta.

Dua sungai yang dimaksud dalam proyek tersebut sebenarnya sama, namun dibikin seakan dibuat dua sungai yang berbeda dengan anggaran yang beda pula. Dalam berkas laporan pertanggungjawaban (LPJ) DPU Kabupaten Kudus, dua pekerjaan itu dinyatakan sudah selesai 100 persen. Namun di lapangan, ternyata tidak pernah dilaksanakan alias fiktif.

Hari ini, sejumlah pihak terkait pengerjaan proyek fiktif tersebut dimintai keterangan di Mapolda Jateng, masih sebagai saksi. Sedianya, ada empat pihak yang dmintai keterangan, yakni Kepala Dinas DPU Kabupaten Kudus Arumdyah Lienawati, pimpinan  Istianah, Kepala Desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Abdul Rozaq, serta kontraktor dari CV Sari Bumi Raya, Helmi Arif dan CV Wira Usaha Mandiri, dan Ahmad Sanjali.

Namun yang memenuhi panggilan penyidik Satuan Tindak Pidana Korupsi Polda Jateng hanyalah Abdul Rozaq dan dua kontraktor proyek. Sedang Arumdyah dan Istianah mangkir dari undangan polisi.

Kepala Desa Besito Abdul Rozaq mengatakan, pihaknya tidak pernah merasa diajak bicara terkait proyek perbaikan dan normalisasi sungai di desanya. Ia mengaku baru mengetahui kalau ada proyek di desanya saat Bupati Kudus Musthofa Wardoyo memaparkan progam bantuan dari Pemkab yang diberikan ke desa-desa di Kudus.

Dalam paparannya, Bupati Musthofa mengatakan kalau pihaknya sudah mengalokasikan dana dan sekaligus melakukan perbaikan di sungai yang ada di Desa Besito. "Saya heran, karena setahu saya sungai di desa saya terakhir kali diperbaiki pada 2002 lalu. Terkejutnya ternyata dananya hingga miliaran rupiah padahal proyek tersebut tidak pernah ada," ujar Rozaq didampingi kuasa hukum warga Desa Besito, Harni Muhammad SH, di Mapolda, Senin.

Bos CV Wira Usaha Mandiri, Ahmad Sanjali, menyatakan, dirinya tidak terlibat langsung dalam proyek tersebut. Saat proses lelang proyek perbaikan dan normalisasi sungai di Dukuh Kauman, Desa Besito, bendera CV miliknya dipinjam oleh koleganya yang bernama Abdul Jamal. Praktis, ia mengaku tidak tahu menahu soal proyek senilai Rp750 juta tersebut. "Jadi teknis di lapangan seperti apa saya tidak tahu. Waktu itu, CV saya dipinjem teman," aku dia.

Kasat Tipikor Polda Jateng AKBP Yohannes Budi Sarwono juga enggan berkomentar mengenai pengusutan kasus tersebut. Dicegat wartawan, ia memilih menghindar dan hanya tersenyum lebar.

( Yunantyo Adi / CN08 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
31 Juli 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 205
31 Juli 2014 | 22:24 wib
Dibaca: 89
31 Juli 2014 | 22:10 wib
Dibaca: 146
31 Juli 2014 | 21:56 wib
Dibaca: 176
31 Juli 2014 | 21:40 wib
Dibaca: 146
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER