panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 Agustus 2009 | 12:43 wib
Karya Mahasiswa UNY
Salep Getah Pepaya Atasi Kaki Pecah-pecah

Yogyakarta, CyberNews. Telapak kaki pecah-pecah dapat menyerang siapa saja serta berakibat membuat sebagian orang menjadi tidak percaya diri. Penyakit yang tidak hanya diderita oleh masyarakat pedesaan saja, namun juga pada masyarakat perkotaan terjadi karena semakin banyaknya pencemaran lingkungan disebabkan penggunaan zat-zat yang
mengandung kimia seperti sabun mandi, sabun cuci, dan lain sebagainya.

Padahal bahan-bahan kimia tersebut kurang baik untuk kulit kaki jika terlalu sering terkena. Disamping itu penggunaan sepatu yang ketat juga membuat telapak kaki pecah-pecah karena tingkat kelembabannya kurang.

Hal itu menjadi perhatian mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yaitu Yudha Adhi Nugroho, Hanik Wahyuningsih, Wiwik Nur Indah Sari dan Novi Pranitasari dari Jurusan Biologi serta Amiruddin Shafa dari Jurusan Matematika, untuk meneliti getah pepaya sebagai obat untuk kaki pecah-pecah.

Dijelaskan oleh Yudha, Selasa (25/8), dipilih buah pepaya, karena getah yang ditemukan di batang, daun, dan buahnya mengandung enzim papain yaitu semacam protease atau enzim pemecah protein yang dapat melunakkan daging dan mengubah
konformasi protein lainnya. Getah pepaya yang paling berkualitas berasal dari buah. Papain dari batang dan daun hanya memiliki aktivitas proteolitik sekitar 200 MCU/ gram, sementara dari buahnya jauh lebih banyak sekitar 400 MCU/g.

Dikatakan, keuntungan dalam penggunaan enzim papain itu, yakni tidak bersifat toksik, tak ada efek samping, perubahan tekanan, suhu dan derajat keasaman yang drastis, serta sudah bisa berfungsi baik pada konsentrasi rendah. Untuk membuat salep tersebut dibutuhkan pisau, wadah getah, timbangan mikro, sendok, gelas ukur, wadah salep, sarung tangan, gelas beker dan tali. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah getah pepaya, vaselin dan alkohol.

''Wadah getah diletakkan di bawah buah papaya yang akan di sadap getahnya, lalu buah digores dengan menggunakan pisau. Setelah getah terkumpul, wadah ditutup agar getah tidak mengering,'' ujarnya.

Ditambahkan oleh Hanik, salepnya dibuat dengan cara getah papaya diambil sebanyak 10 ml dicampurkan dengan 90 gram vaselin ke dalam gelas beker dan dicampur dengan sendok. Hasil campuran dimasukkan kedalam wadah salep.

Yang perlu diperhatikan adalah buah pepaya ditoreh dengan kedalaman 2 milimeter dengan tujuan agar tidak cepat busuk. Interval penyadapan terbaik yaitu tiap 4 hari sekali pada pukul 05.00-08.00. Buah pepaya disadap 14 kali dengan pisau khusus. Satu buah pepaya menghasilkan 40 gram getah selama 70 hari atau sebanding dengan 4 gram papain kasar.

Menurut Humas FMIPA UNY Dedy Herdito MM, untuk meningkatkan produksi, bawang putih dioles ke permukaan kulit buah sehari sebelum penyadapan. Papain yang diproses dengan teknologi ''spray dryer'' atau ''freeze drying'' berkualitas tinggi. Warna putih susu dapat bertahan hingga 10 tahun.

Sebaliknya, papain hasil pengeringan matahari berwarna cokelat. Dalam 3 hari saja warna menjadi lebih gelap dan mengeluarkan bau tak sedap. ''Untuk pengobatan kaki pecah-pecah salep ini cukup dioleskan sekali sehari menjelang tidur,'' imbuhnya.

( Bambang Unjianto / CN08 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 215336
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 233824
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 234809
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 253715
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 235884
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER