
Bantul, CyberNews. Meski dapat kritikan dari masyarakat Bantul, namun mega proyek waterboom tetap akan segera direalisasikan. Bahkan dana sebesar Rp 37 miliar telah disiapkan oleh pihak rekanan Pemkab Bantul, yakni Puri Saron dari Bali.
Menurut Bupati Bantul, Idham Samawi, waterboom bisa jadi magnet untuk menarik wisatawan dan tentunya secara langsung akan mempengaruhi peningkatan transaksi di Pasar Seni Gabusan kerena lokasi pembangunan waterboom berdampingan dengan Pasar Seni Gabusan, dan investor akan mulai merealisasikan pembangunan waterboom ini pada pertengahan bulan Agustus mendatang.
Sementara IK Putra Suarthana, Direktur utama Puri Saron, investor asal dari Bali mengatakan bahwa pembangunan fisik proyek itu diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 37,5 miliar. Setelah melalui MoU, investor akan memperpanjang kontrak selama 20 tahun. Untuk sewa tanah kas desa, pihak investor akan membayar sebesar Rp 125 juta pada lima tahun pertama.
Selain wisata air, investor juga akan menempatkan restoran di areal seluas 3,2 Hektar (Ha). Investor telah menetapkan biaya tiket lebih murah ketimbang water boom yang ada di Solo, yakni Rp 50.000. Pihak investor juga menjamin proyek itu tidak akan mengganggu pemukiman warga sekitar. Alasannya, pengambilan air permukaan hanya dilakukan pada batas maksimal 3-4 meter dari dasar tanah.