
Semarang, CyberNews. Pemprov Jateng perlu mencari lahan baru yang potensial untuk pendirian pabrik semen di luar Pati. Disamping itu, menurut Wakil Ketua Komisi DPRD Jateng Muhammad Haris, pemprov harus berusaha mencegah PT Semen Gresik Tbk tak mengalihkan penanaman investasi dari wilayah Jateng.
Sebelumnya Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengaku kecewa atas kegagalan atau tertundanya pembangunan pabrik semen di Sukolilo-Pati, yang rencananya dimulai pada 2009 ini. Adanya penolakan warga setempat, membuat perusahaan BUMN itu mengalihkannya ke Tuban.
Di tempat lain, Anggota Komisi B Fatria Rahmadi berharap peristiwa itu bisa menjadi tantangan bagi Pemprov. Ke depan dalam hal upaya mendatangkan investor, Pemprov mesti lebih kreatif, inovatif, dan mempertimbangkan aspek sosial partisipatoris yakni melibatkan masyarakat secara aktif. Fatria berharap tertundanya pendirian pabrik semen Pati tak membuat preseden buruk dalam hal penanaman modal di Jateng. Sebab, menurutnya, munculnya problem sosial dalam sebuah investasi eksplorasi sumber daya semacam itu juga terjadi di provinsi lain.
Lebih lanjut Fatria mengungkapkan bahwa kedepannya, Pemprov perlu membuat pola perencanaan partisipatoris, yang selalu melibatkan masyarakat semenjak dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, khususnya dalam investasi.