panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Juli 2009 | 23:55 wib
Film "Merah-Putih" Tidak Politis

Jakarta, CyberNews. Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan, film berjudul "Merah-Putih" tidak ada unsur politis ataupun ditunggangi salah satu pimpinan partai.

Hashim yang menjabat sebagai produser eksekutif pada film bergenre perang tersebut, mengungkapkan hal itu saat peluncuran dan perkenalan trilogi film "Merah-Putih" di Ballroom XXI-Djakarta Theater, Jakarta, Senin (6/7).

"Pembuatan film ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan politik, namun hanya menjadi nilai tambah sejarah Indonesia," katanya.

Jawaban Hashim tersebut merupakan bantahan dari tudingan sejumlah pelaku perfilman di Indonesia, yang menduga pembuatan film tentang perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia itu, didukung salah satu partai politik yang akan bersaing pada pemilihan presiden 2009.

Hashim menuturkan, film yang dibintangi Lukman Sardi, Doni Alamsyah dan Darius Sinathrya itu, justru menyampaikan pesan kepada generasi penerus tentang perjuangan pahlawan Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Selain itu, pengusaha yang dinyatakan sebagai orang terkaya ke-10 di Indonesia tersebut, mengatakan, ide dan persiapan pembuatan film sudah berlangsung sejak dua tahun lalu, sehingga tidak mungkin ada unsur politiknya.

Hashim mengungkapkan latar belakang yang menjadi gagasan untuk pembuatan karya seni visual itu, yaitu semakin rendahnya pengetahuan generasi muda terhadap proses awal kemerdekaan Republik Indonesia.

"Padahal, perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia membutuhkan banyak pengorbanan, termasuk korban jiwa," ujarnya.

Hashim menyebutkan film layar lebar yang terdiri dari tiga episode itu menghabiskan dana sekitar 6 juta dolar Amerika Serikat atau Rp 60 miliar untuk proses produksi dan promosi.

Dana sebesar itu dipergunakan untuk promosi film di luar negeri dengan proses produksi yang bergaya "Hollywood-Blockbuster" dengan melibatkan 300 personil.

Film yang disutradarai Yadi Sugandi tersebut mengambil lokasi syuting di Semarang, Yogyakarta, Bandung dan Depok dengan waktu pengambilan gambar selama empat bulan. Sementara penayangan perdananya akan digelar secara serentak di seluruh jaringan bioskop 21 dan "Blitzmegaplex" pada 13 Agustus 2009.

( Ant / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 16:50 wib
Dibaca: 38
image
25 Mei 2012 | 16:30 wib
Dibaca: 166
25 Mei 2012 | 16:20 wib
Dibaca: 162
25 Mei 2012 | 16:10 wib
Dibaca: 162
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER