
Jakarta, CyberNews. Ketua Komisi I DPR RI, Theo Sambuaga, mengatakan, tidak setuju wacana yang berkembang bahwa Panglima TNI harus mundur sebagai pertanggungjawaban moral menyusul beberapa kecelakaan pesawat militer.
"Justru Panglima TNI harus tampil ke depan untuk kemudian mengadakan perbaikan dalam segala hal termasuk peralatan militer agar menjadi makin baik," kata Theo Sambuaga, di Jakarta, Selasa.
Theo mengatakan,kondisi alat utama sistem senjata (Alutsista) sangat ditentukan anggaran perawatan dan pemeliharaan dan ini masih menjadi masalah di Indonesia.
Kendati tidak setuju panglima TNI mundur, tetapi Theo mendukung audit Alutsista. Karena dengan audit dapat diketahui apakah terjadi kesalahan prosedur dalam kecelakaan pesawat tersebut.
"Kalau memang terbukti ada yang melakukan kesalahan, maka DPR meminta supaya ditindak sesuai aturan yang berlaku, namun hendaknya dilakukan dengan transparan,"kata Theo.
Kecuali kalau memang ada yang melakukan penyimpangan prosedur, kata Theo perlu tindakan sesuai aturan yang berlaku.
Menteri Pertahanan dan Keamanan, Juwono Sudarsono ditemui seusai Rapat Pembahasan RUU Kerahasiaan Negara di DPR RI, mengatakan, Panglima TNI tidak perlu mundur, karena kecelakaan tersebut terjadi karena syarat-syarat utama tidak terpenuhi.
"Siapapun Panglima TNI akan sulit melaksanakan tugas sepanjang kondisi peralatan kita masih seperti sekarang," kata Juwono.
Juwono mengatakan, apa yang dilakukan Panglima TNI dengan mengakui semua yang terjadi merupakan tanggungjawabnya, merupakan hal yang baik sebagai seorang pemimpin. Sebab dia yang tahu operasionalnya.
"Namun tidak perlu mundur dari jabatannya,"ujar Juwono sambil menambahkan bahwa semuanya nantinya tergantung Presiden.