16 Juni 2009 | 19:20 wib | Nasional
Surabaya, CyberNews. Vandalisme terjadi di jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Sejumlah mur, baut, dan lampu di jembatan itu hilang. Padahal, jembatan terpanjang di Indonesia itu baru diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru seminggu lalu.
Karena itu, pengelola dan otoritas pemerintah terkait jembatan Suramadu, meminta semua pihak menjaga dan memelihara fasilitas di jembatan senilai Rp 4,5 triliun itu.
Pencurian mur dan baut terutama di pagar pembatas jembatan jalur roda dua dan roda empat.
Tak hanya mur dan baut yang hilang, sekitar 42 buah lampu penerangan di jembatan itu telah hilang. Informasi hilangnya lampu itu pertama kali dilaporkan kontraktor asal China.
Mur, baut, dan lampu yang hilang itu terutama di bagian bentang tengah (main span) jembatan Suramadu.
Aksi vandalisme di jembatan Suramadu itu diperkirakan berlangsung pada saat uji coba jembatan pada Sabtu dan Minggu (13-14/6).
"Pencurian ini ada yang sifatnya sekadar iseng dan ada pula yang mungkin dilakukan oknum. Sangat kita sayangkan kenapa itu terjadi, karena Suramadu setelah dibuka sangat nyata manfaatnya bagi masyarakat," kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional V Departemen Pekerjaan Umum, AG Ismail, di Surabaya, Selasa (16/6).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Nurdin Manurung, menyatakan bahwa pengamanan aset dan infrastruktur di jembatan Suramadu menjadi tugas operator, PT Jasa Marga.
"Yang terpenting sekarang semua pihak menghargai barang publik," katanya.
Sebab, semua fasilitas yang ada di jembatan Suramadu dipergunakan untuk kepentingan publik. Sehingga mesti dijaga, dipelihara, dan diamankan dari kemungkinan aksi pencurian dan tindak kejahatan lainnya.
Karena itu, pengamanan jembatan Suramadu tak bisa sekadar mengandalkan kinerja petugas keamanan. Mesti ada kesadaran semua pihak untuk menjaga dan mengamankan faasilitas di jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu.
"Kalau hanya mengandalkan petugas keamanan, ya tetap kecolongan. Untuk itu perlu adanya kesadaran seluruh masyarakat untuk menjaganya bersama," tambahnya.
Untuk mengatasi masalah ini, salah langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan memasang closed circuit television (CCTV) disejumlah titik di jembatan Suramadu. Tapi, hal itu baru dilakukan 6 bulan ke depan.
Sementara itu, mulai Rabu (17/6) bakal diterapkan kebijakan tarif secara efektif bagi pengendara mobil dan motor yang melewati jembatan Suramadu. Dirut PT Jasa Marga, Frans S Sunito mengatakan, kebijakan itu efektif berlaku pada Rabu pukul 00.00 WIB.
Ketentuan tarif jembatan Suramadu itu diputuskan dalam surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 395/KPTS/M/2009 tanggal 10 Juni 2009 tentang Penetapan Jalan Tol, Pengoperasian, Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, dan Tarif Tol Pada Jalan Tol Jembatan Suramadu.
Berdasar ketentuan itu, untuk kendaraan golongan I dikenai tarif Rp 30 ribu, golongan II Rp 45 ribu, golongan III Rp 60 ribu, golongan IV Rp 75 ribu, golongan V Rp 90 ribu, dan golongan VI (sepeda motor) Rp 3 ribu.
"Karena jembatan Suramadu adalah investasi dan dibangun pemerintah, maka PT Jasa Marga hanya berperan mengoperasikan dan mengumpulkan uang tol selama 18 bulan ke depan. Semua pendapatan tol adalah milik pemerintah," jelasnya.
( Ainur Rohim / CN13 )
Semarang, CyberNews. Karena curiga terjadi sesuatu dengan putrinya, Maria dan suaminya bertolak ke Semarang mencari tahu dan memastikan kondisi Syilvia.Namun…
Semarang, CyberNews. Pameran tanaman hias dan hewan peliharaan bertajuk Pameran Flora Fauna dan Meubel yang diselenggarakan oleh D&J dan Kurnia Aquarium…
Semarang, CyberNews. Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Undip dilaporkan keluarganya ke polisi karena sudah dua minggu lebih menghilang tanpa kabar…
Jakarta, CyberNews. Partai Amanat Nasional diminta mempersiapkan dengan matang pemilihan kepala daerah 2010. Selain itu, seluruh kader diminta all out…
Pekalongan, CyberNews. Sebuah kecelakaan sore tadi (9/2) terjadi di Jalan Raya Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Sebuah ambulans milik RS Siti Khodijah…
© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.