panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Juni 2009 | 20:38 wib
Kasus Penipuan dan Penggelapan
Mantan Kepala Ajendam IV/Diponegoro Diadili

Semarang, CyberNews. Mantan Kepala Ajudan Jenderal (Ka Ajendam) Kodam IV/Diponegoro, Kol F A Dadyk Sukadi, Kamis (11/6), diadili di Pengadilan Militer 2-10 Semarang.

Dia didakwa telah melakukan dugaan penipuan dan penggelapan pada Interbanking Bisnis Terencana (Ibist) Cabang Semarang.

Dadyk merupakan Kepala Cabang Kantor Ibist Semarang yang berlokasi di Jalan Sukun Raya No22 Semarang.

Sidang yang berlangsung siang tadi agendanya mendengarkan keterangan dari saksi-saksi, sebanyak 39 saksi akan dimintai keterangan dalam perkara ini.

Oditur Militer Tinggi Kol Bambang Ari Wibowo mengatakan, dari keterangan para saksi yang sekaligus nasabah Ibist, terungkap jika Kolonel Dadyk Sukadi memberikan iming-iming bunga 4% setiap bulan kepada nasabah.

Para nasabahnya yang merupakan anak buahnya tersebut yakin terhadap ajakan dari atasan.

Saksi Kapten Sumarsih hanya percaya saja saat ditawari menjadi nasabah, Kapten Sumarsih sudah setor Rp 270 juta dan memang sudah dapat royalty dengan cara di setor ke rekening masing-masing nasabah, dalam jangka waktu tertentu.

Saksi tidak mengetahui dari mana asal royalty yang diberikan tersebut. Penawaran menjadi nasabah tersebut disampaikan dalam acara resmi Kodam IV-Diponegoro.

Saksi lainnya, staf ahli Kodam IV-Diponegoro, Kolonel Fransen D Siahaan juga tergiur dengan bisnis investasi tersebut. Staf ahli tersebut sudah menanamkan modalnya Rp 650 juta.

Kolonel Fransen tergiur sebab PT Ibist dikatakan terdakwa punya banyak saham diantaranya di Tol Cipularang-Bandung, Juga disebut-sebut akan menanamkan sahamnya pada proyek Tol Semarang-Solo.

"Terdakwa juga mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah datang ke rumah pimpinan Ibist di Bandung, Wandi Sofyan, untuk minta saran soal ekonomi Indonesia," kata Bambang.

Kolonel Cjk Dadyk Sukadi saat ditanya Ketua Majelis Hakim Kol Laut A R Tampubolon membantah pernah mengatakan Presiden SBY pernah datang ke rumah Wandi Sofyan. "Saya tidak pernah mengatakan itu," ucapnya.

Ditemui usai sidang Kol Bambang mengaku belum bisa memastikan total uang nasabah yang dikumpulkan. Sebab sidang masih akan digelar di Bandung, sebab korbannya yang ada di kota ini lumayan banyak juga.

Kuasa hukum terdakwa dari Kumdam IV-Diponegoro, Mayor Chk Budiono dan Mayor Chk Sukardi mengatakan, penuturan saksi ini masih sepihak, jadi belum bisa disimpulkan.

"Sidang nantinya juga akan digelar di Bandung," Sukardi.

Dalam sidang tadi Kol Dadyk terlihat terguncang, kedua bola matanya terlihat berkaca-kaca dan memerah.

Seperti diketahui, terbongkarnya perkara investasi dengan imbalan suku bunga tinggi oleh Ibist itu berawal dari pengungkapan kasus Ibist di Jalan Mulyasari I, Bandung, Jawa Barat, oleh aparat Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung.

Di Kota Semarang ada sekitar 400 nasabah dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 21 miliar.

( Yunantyo Adi / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13436
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 14166
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13939
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 16340
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13499
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER