Magelang, CyberNews. Untuk menggairahkan wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko akan membuat film mengenai kehidupan religius dan obyek wisata yang ada di sekitar candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Film yang bentuk CD dan layar lebar tersebut nantinya akan dipasarkan ke berbagai negara di dunia. Dengan harapan, Candi Borobudur sebagai tempat wisata kelas dunia ('Word Class') bisa segera tercapai.
Purnomo Siswo Prastyo, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko usai menandatangani kontrak kerjasama dengan Dr Titus Leber pakar Multimedia asal Austria, Kamis (5/2). ''Pembuatan film tersebut, akan ditangani langsung Dr Titus Leber yang juga pernah bekerja pada Unesco,'' kata Purnomo dengan didampingi Retno Hardistiwi, Direktur Umum dan Personalia PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.
Lebih lanjut, Purnomo mengatakan, Dr Titus Leber selain ahli multimedia juga sebagai konsultan Museum Louvre Prancis dan konsultan di berbagai museum terkenal di dunia. Namun, lanjut Purnomo, sebelum pembuatan film dilakukan lebih dulu Dr Titus Leber akan melakukan penelitian baik dibidang keagamaan dan wisata serta kerajinan yang ada disekitar Borobdur.
Kebetulan di kawasan Borobudur, banyak terdapat pondok pesantren serta kegiatan keagamaan seperti di Sedangsono dan klenteng yang ada di Muntilan. Selain itu, juga banyak terdapat home industri. ''Tentu kehidupan umat agama yang rukun dan damai ini, menarik untuk kita digarap. Sekaligus untuk mempromosikan ke dunia luar, bahwa kehidupan beragama di Indonesia sangat rukun dan damai,'' tambahnya.
Kegiatan religius yang bisa hidup berdampingan dan rukun ini, sekaligus bisa kita jadikan contoh bagi dunia luar bahwa kehidupan beragama di Indonesia berjalan baik dan rukun.
Melalui film yang dibuat Dr Titus Leber, baik yang berupa CD maupun layar lebar bisa mengangkat Candi Borobudur sebagai tempat kunjungan wisata kelas dunia bisa segera tercapai. ''Karya beliu tidak disangsikan lagi, baik ditinjau dari segi sinematografi maupun seni,'' kata Agus Kani, Direktur Pemasaran PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.
''Penelitian akan dilakukan selama tiga bulan, setelah semuanya matang. Baru dilakukan penggarapan filmnya secara menyeluruh,'' tambah Agus didampingi Dr Titus Leber. (
Sugiarto / CN08 )
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad