panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Agustus 2008 | 09:38 wib
Bangunan Induk Candi Perwara Digali
Magelang, CyberNews. Bagian induk Candi Perwara di situs Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang sudah ditemukan. Susunan bangunan batu yang diperkiaran berukuran 9 x 9 itu mulai digali. Pada 2007 lalu bagian anak candi berukuran 3 X 3 meter juga telah dirampungkan penggaliannya oleh Balai Arkeologi Yogyakarta.

Ketua Tim Penggalian Situs Losari Balai Arkeologi Yogyakarta, Baskoro Daru Tjahyono, mengatakan tahun lalu penggalian dihentikan karena tak ditemukan bangunan candi induknya. Setelah beberapa hari lalu ditemukan bangunan utamanya, penelusuran dan penggalain dilanjutkan kembali.

''Penggalian tahap kedua hampir sama dengan sebelumnya, yaitu melakukan pencarian batu candi yang berserakan akibat banjir lahar Gunung Merapi pada zaman dahaulu,'' katanya, Kamis.

Dia mengakui kesulitan saat melakukan penggalian dan merekonstruksi batuan candi. Kesulitan itu antara lain, karena lokasinya terletak ditengah kebun salak dan tanahnya yang basah dan licin.

Dalam rekontruksi dan penggalian candi itu, Balai Arkeologi bekerjasam dengan beberapa pihak, antara lain Pemkab Magelang, Balai Pelestarian dan Perlindungan Peninggalan Purbakala (BPPP) Jateng juga mahasiswa kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Arkeologi.

Sekitar 30 orang terdiri dari pekerja penggali dan tenaga ahli melakukan penggalian di lokasi. Kegiatan itu dilakukan dengan ekstra hati-hati dan teliti, agar tak merusak dan mengubah reliaef dan susunan batu berundak yang sudah tak beraturan itu.

Candi itu ditemukan di kebun salak milik Muhammad Badri warga setempat. Menurut Baskoro, merupakan situs peninggalan Hindu pada abad IX dan diberinama Candi Perwara.

Bangunan candi anakan yang ditemukan sebelumnya, kata Baskoro, reliefnya bisa terbaca. Pada tubuhnya terdapat gambar bunga ceplok dan rumba-rumba seperti dekorasi. Sedangkan pada panel kakinya terdapat hiasan geometris. Pada bagian kepalanya, kata dia, reliefnya tanpa rahang bawah, lidahnya terputus dari gigi dan telinga di samping.

( Sholahuddin Al-Ahmed / CN08 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 16:30 wib
Dibaca: 27
25 Mei 2012 | 16:20 wib
Dibaca: 52
25 Mei 2012 | 16:10 wib
Dibaca: 115
25 Mei 2012 | 16:00 wib
Dibaca: 118
25 Mei 2012 | 15:49 wib
Dibaca: 187
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER