Semarang, CyberNews. Fakultas Ekonomi (FE) Unnes yakni kelompok Vini Wiratno Putri dan Siti Ridloah berhasil memenangi lomba karya tulis mahasiswa (LKTM) tingkat nasional yang diselenggarakan FE Unnes di gedung C7 lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial Kampus Unnes Sekaran (26/5) dalam rangkaian hari jadi kedua fakutas tersebut.
Adapun karya tulis mereka berjudul “Model Kemitraan Berbasis Manajemen Mutu pada Argo Industri Kedelai”.
Sedangkan juara dua ditempati Abra Puspa Ghani Talattov dari Undip dengan judul karya tulis ''Optimalisasi Investasi pada Sektor Pertanian Mewujudkan Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan” (suatu pendekatan
Agricultural demand led industrialization), disusul juara tiga kelompok Siti Lisakdiyah, Bayu Aji Nugroho, dan Martanto Eko Saputra dari FMIPA Unnes yang mengusung tema “Agrowisata Ketep Strategi Pemberdayaan Masyarakat Petani di Sekitar Obyek Wisata Gardu Pandang Ketep”.
Ketua BEM FE Unnes Dasam mengatakan, final kegiatan tersebut diikuti 10 kelompok mahasiswa antara lain dari Universitas Bangka Belitung, UGM, Universitas Merdeka Malang, Undip, Universitas Trunojoyo, dan Unnes.
Adapun tim juri terdiri atas Hari Wulyanto SPd MSi (Dinas P & J Jateng), Arditya Dinal Fiskiawan (Marketing Research PT Astra Internasional dan Peneliti dari Bank Indonesia), dan Arief Yulianto SE MM.
Hari Wulyanto mengatakan dari berbagai hal yang disampaikan mahasiswa, memiliki kreativitas, ide-ide yang orisinal untuk memberikan masukan pada pemerintah dan masyarakat tentang berbagai permasalahan. Mahasiswa, kata dia, memang harus memiliki daya dan sikap yang kritis termasuk obyektif terhadap permasalahan yang ada.
''Mereka mempunyai tanggung jawab moral dalam sumbangan pemikiran untuk memecahkan masalah melalui ajang –ajang ilmiah seperti ini.''
Kendala yang sering ditemui menurut dia adalah budaya menulis sangat minim. ''Akibatnya, dari sekian ribu mahasiswa dalam lomba karya tulis ilmiah yang ikut pesertanya hanya itu-itu saja atau sedikit.''
Kemudian dalam menulis karya ilmiah, sambungnya, banyak data yang tidak dicantumkan. Dan data yang tidak dicantumkan itulah membuat titik lemah mereka. Misalnya saat mahasiswa menyebutkan ''jumlahnya banyak'', “ekonomi kita menurun”, “pertumbuhannya naik” tapi tidak ada datanya.
Sementara itu, Arditya Dinal Fiskiawan menuturkan, secara umum penyampaian gagasan mahasiswa cukup orisinil banyak ide-ide bagus.
''Ke depan, kami sarankan untuk menampilkan data yang lebih konprehensif dalam mengkombinasi data.'' Dan juga ketika menjual ide, tandasnya, harus dapat membuat orang merasakan bahwa ada ide yang riil.
(
Ida Nursanti / CN09 )
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad