panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Mei 2008 | 20:25 wib
TKW Asal Brebes Jadi Korban Perkosaan
Brebes, CyberNews. Nasib malang menimpa Nur Asiah (32), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes. Ia menjadi korban perkosaan SWN, warga Desa/Kecamatan Larangan, yang menyalurkannya bekerja ke Malaysia. Akibatnya, korban kini hamil empat. Ia juga dipulangkan paksa oleh agensi negara tempat bekerja karena keadaannya tersebut.

Peristiwa itu berawal ketika korban di antar SWN berangkat ke penampungan PT Bina Duta Amanah Mandiri selaku PJTKI, di kompleks Sunter Garden Raya Blok D 8 No 11 A, Bekasi pada 7 Januari 2008. Korban yang berstatus gadis itu tak langsung di antar ke penampungan, tetapi dibawa menginap di Hotel Merdeka, Bekasi. Di tempat itu, korban diperkosa di bawah ancama pelaku.

"Saya saat itu memberontak, tetapi pelaku memaksa dan mengancam. Saya diancam tidak akan diberangkatkan ke Malaysia jika tak mau melayaninya," ujar Nur Asiah, ditemui di rumahnya, Selasa (20/5).

Dia menuturkan, setelah kejadian itu ia berada di penampungan selama tiga bulan dan diberangkatkan ke Malaysia pada 7 April 2008. Namun, baru bekerja 10 hari dipulangkan paksa agensi karena hasil cek kesehatan diketahui positif hamil.

"Saya bekerja di Petaling Jaya, Malaysia. Majikan sebenarnya sudah merasa cocok, tetapi agensi tidak mau menanggung risiko dan saya dipulangkan paksa pada 17 April 2008," tuturnya.

Menurut dia, keberangkatanya merupakan kali kedua. Sebelumnya, pernah menjadi TKW di Malaysia tahun 2000 - 2002 lalu. Dirinya bekerja di Malaysia dijanjikan mendapat gaji Rp 450 ringgit atau setara Rp 1.075 juta/bulan. Untuk proses keberangkatan, oknum calo meminta biaya Rp 2 juta. Padahal, keberangkatan sebelumnya tanpa biaya sepeser pun. "Saya merasa ditipu. Saya minta pertanggung jawaban SWN atas perbuatannya ini," tandas wanita lulusan SD itu.

Adik korban, Sahuri (30), mengungkapkan, pelaku sempat akan menghilangkan jejak dengan minta kakaknya mengugurkan kandungan. Setelah tiba di Jakarta, kakaknya dijemput dan disembunyikan di rumah SWN selama dua hari. Kemudian, di bawa ke Semarang untuk menggugurkan kandungan, tetapi kakak menolaknya dengan alasan tidak akan bercerita.

"Kami sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Larangan. Keluarga menuntut pertanggung jawaban SWN dan meminta uang Rp 2 juta dikembalikan," tandasnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Slatri, Mujahid membenarkan jika warganya ada yang menjadi korban pemerkosaan. Masalah itu sudah dilaporkan ke polisi. Sementara itu, Kapolsek Larangan AKP Akhmad Dofari mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima laporan kasus tersebut.

"Bila keluarga nantinya melapor akan kami arahkan ke Mapolres karena kasus itu menyangkut kekerasan dalam rumah tangga," ujarnya.
( Bayu Setyawan / CN09 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 36018
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 37229
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 37701
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 41872
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 36876
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER