
''Sebelum gempa terjadi, pengunjung Candi Borobudur dan Prambanan jumlahnya sangat sedikit tidak mencapai 12 ribu per bulan, tapi sekarang sudah mencapai 40 ribu per bulan,'' kata Ir Guntur Purnomohadi, Direktur Operasional PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko di ruang kerjanya, Rabu (30/4).
Hal itu disampaikan sehubungan dengan program pergelaran Sendratari Ramayana di Panggung Terbuka Candi Prambanan dan pementasan Kolosal Sendratari Mahakarya Borobudur di Panggung Terbuka Aksobya, Candi Borobudur tanggal 17 Mei dan 5 Juli serta 2 Agustus 2008.
Kebih lanjut Guntur dengan didampingi Drs Gendro Wuyono, Direktur Keuangan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dan sejumlah kepala unit di perusahaan itu menjelaskan, pasca gempa dua tahun lalu kini tingkat kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sudah kembali normal.
Jumlah itu, kata dia, masih didominasi Wisatawan Nusantara. Sedangkan untuk wisatawan asing yang semula hanya sekitae 5000 per bulan, sejak tahun 2007 lalu sudah naik menjadi 7000 setiap bulannya.
Jumlah ini, lanjut Guntur, masih akan terus bertambah. Terutama pada musim liburan sekolah dan pada lebaran mendatang. Belum lagi dengan adanya acara Waisak mendatang. Dari jumlah itu, kebanyakan peningkatan terjadi di Candi Borobudur.
Sedangkan jumlah pengunjung di Candi Prambanan masih dibawah Candi Borobudur. ''Rata-rata jumlah pengunjung Candi Prambanan 10 persen dibawah Candi Borobudur,'' kata Guntur menjelaskan.
Meski demikian, ia bangga dan senang karena tingkat kunjungan di Candi Borobudur, Prambanan dan Candi Ratu Boko sudah kembali pulih meski jumlah kenaikan itu terasa pelan tetapi pasti. ''Semua ini, berkat kerjasama teman-teman wartawan yang selalu mendukung kami,'' katanya.
Kenaikan yang sama juga dialami pada jumlah pengunjung pementasan Kolosal Sendratari Mahakarya Borobudur maupun Sendratari Ramayana. Sebelum gempa terjadi jumlah penonton ada sekitar 37 ribu lebih, saat gempa terjadi atau lebih tepatnya tahun 2006 turun sekitar 30 persen atau hanya sekitar 29 ribu.
Namun sejak tahun 2007 lalu, jumlah penonton Sendratari Ramayana maupun pementasan Kolosal Sendratari Mahakarya Borobudur sudah kembali pulih seperti sebelum gempa terjadi. Bahkan di gedung tertutup, yakni di Gedung Trimurti ada kenaikan sampai 400 persen.
''Kalau biasanya hanya disaksikan sekitar 200 orang, tetapi mulai pertengahan tahun 2007 lalu jumlah penonton di Gedung Trimurti sudah mencapai 700 penonton. Para pecinta olahraga golf sambil olahraga malam harinya bisa menyaksikan pementasan Sendratari Mahakarya Borobudur,'' tambahnya.
( Achmad Hussain / CN08 )