panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 April 2011 | 09:04 wib
Semarang JEEp Community
Terabas Alam Demi Mengasah Nyali
image

BODI kokoh dan gahar dalam segala medan menjadi keistimewaan jip. Bukan saja menjadi kendaraan fungsional, mobil 4X4 ini juga bermetamorfosis menjadi gaya hidup bagi kaum yang ingin mengidentikkan diri dengan citra maskulin. Di Jateng, khususnya Semarang, terdapat beberapa komunitas pencinta jip yang kerap mengelompokkan diri berdasarkan merek pabrikan kendaraan masing-masing.

“Memang cenderung berkelompok berdasar merek kendaraan. Namun, sejak Mei 2008, mulai tercetus Semarang Jeep Community, atau SJ co. Ini komunitas yang lebih universal. Semua jip boleh masuk. Entah Willy's, Toyota, Land Cruiser, ya, semuanya boleh,“ tutur Supriyanto SH (45).

Mulanya, komunitas yang awalnya terbentuk di Srondol ini terdiri atas 20-an anggota. Kini, seiring dengan semakin berkembangnya pencinta jip di Semarang dan sekitarnya, anggota komunitas membengkak hingga menembus angka 100. Jangan heran, jika kebetulan ada yang melintas di Jalan Pandanaran pada Jumat malam, tak sulit menemukan deretan mobil jip yang terparkir di pinggir jalan.

Jangan heran pula, jika deretan mobil itu sepertinya tidak menampakkan tanda-tanda kehidupan. Ya, berbeda dengan komunitas otomotif yang acap memajang kendaraan lengkap dengan kerumunan pemiliknya, para anggota SJco justru lebih suka berkumpul di tempat yang lebih tersembunyi.

“Kami berkumpul di belakang barisan jip, tidak tampak dari jalan raya. Ya, semacam membangun pagar mobil,“ kekeh pria yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian ini.

Uniknya, meski telanjur dicitrakan dengan citra maskulin, pencinta jip juga banyak berasal dari kalangan perempuan. Anggota SJco sendiri memiliki belasan perempuan yang setia mengaimini jadwal offroad yang dilakukan sebulan dua kali. Dan, tidak sulit menemukan ibu rumah tangga memegang kendali di medan-medan yang berat.

“Kami punya jadwal offroad. Dan yang ikut tidak hanya kaum laki-laki. Ada juga ibu-ibu, yang bahkan kerap mengajak anak-anaknya,“ tutur pemilik Toyota FJ 40 dan Taft Rocky ini

Kegiatan terabas alam ini memang termasuk agenda rutin komunitas SJco. Menurut Willy Irwansyah yang menjabat sebagai Sie Humas, kegiatan offroad memang menjadi semacam kewajiban para pencinta jip. Pria yang bekerja sebagai Director Marketing Radio Suara Sakti ini mengakui, jip koleksinya justru sering rewel jika terlalu lama tidak menerobos medan-medan sulit.

“Kalau hanya lewat jalan raya malah sering rewel. Sebaliknya, kalau rutin dibawa offroad, tidak ada masalah tuh,“ jelas pria yang memiliki dua jip khusus pemakaian harian, dua jip spesialis kompetisi, dan sebuah long chassis ini.

Kencingi Mobil
Terhitung, SJco pernah melakoni terabas alam ke Ungaran, Kendal, hingga SindoroSumbing. Selama melakukan kegiatan, berbagai kejadian pernah dialami oleh rombongan offroad. Dari pengalaman tersesat, hingga peristiwa-peristiwa berbau mistis, seperti saat melakukan touring ke Jepara beberapa waktu lalu.

“Waktu itu rutenya Jepara ke Pantai Kartini, tapi melalui rute yang tidak biasa, melewati Gunung Muria. Untuk ukuran normal, Jepara-Pantai Kartini paling hanya berapa menit. Tapi, waktu itu kami menempuh jalur lain, hingga waktu yang dibutuhkan lebih dari 12 jam.“

Namun, perpanjangan jalur itu ternyata juga masih dipersulit dengan pengalaman nonteknis. Konon, saat hari mulai gelap, beberapa mobil terjebak di hutan dan tidak berhasil menemukan jalan keluar. Berkali-kali mencoba mencari jalan, selalu saja kembali di tempat yang sama. Keganjilan itu berakhir saat beberapa anggota buang air kecil di mobil masing-masing.

“Percaya nggak percaya, ya. Tapi ada semacam mitos yang cenderung mengarah pada joke, kalau mau lancar, kencingi dulu mobilnya,“ kekeh pria kelahiran Bandung ini.

Kegiatan offroad, selain mendekatkan anggota SJco dengan alam, juga mengasah nyali dan keberanian. Dalam menghadapi berbagai medan, seorang offroader harus siap dan tanggap. Tak bisa tidak, upaya preventif harus dilakukan. Perlengkapan standar seperti strap, yakni semacam tali berbentuk pipih, harus tersedia. Strap biasa digunakan untuk menarik jip yang mogok atau terjebak medan sulit. Selain itu, perlengkapan pemandu perjalanan seperti GPS juga harus dipersiapkan.

Dan, meski komunitas ini berisi sekumpulan orang yang ingin menyalurkan hobi di bidang otomotif, SJco tak melupakan fungsi sosialnya. Saat terjadi bencana, komunitas ini segera membentuk tim untuk melakukan bakti sosial. Terhitung, SJco pernah menerjunkan anggotanya di Merapi untuk melakukan evakuasi warga dan jenazah.

“Belum lama ini, waktu ada banjir di Mangkang, SJco juga terjun, mengevakuasi warga dan menarik mobil yang terjebak di sungai.“

Ya, menyenangkan diri sendiri sekaligus bisa membantu orang lain tentu akan lebih membahagiakan, bukan?

(Anggrahini KD/CN15)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
19 Agustus 2014 | 23:16 wib
Dibaca: 1858
image
26 Juni 2014 | 18:56 wib
Dibaca: 10489
image
02 Juni 2014 | 20:50 wib
Dibaca: 8551
image
18 Mei 2014 | 03:42 wib
Dibaca: 15079
image
14 April 2014 | 19:31 wib
Dibaca: 13348
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER