
Putra dari Djati Prayitno dan ibu Ami yang pernah belajar di sekolah mode Mueller und Sohn di Jerman dan kemudian memperdalam ilmunya di Paris dan Italia itu kini telah menjadi perancang busana yang ternama baik di kalangan dalam negeri maupun luar negeri. Mengawali karir dengan membuka butik sepulangnya pada tahun 1996, paman dari designer dan presenter Ivan Gunawan berusaha untuk melebarkan sayapnya dan hingga saat ini pun kiprahnya telah membuktikan eksistensinya di dunia mode yang terus berkembang.
Dengan berkeinginan mewujudkan keinginan lama, agar disainnya bisa dinikmati semua kalangan, disainer Adjie Notonegoro kelahiran Jakarta 18 Juli 1961 itu kini merilis rancangan baru berlabel Labellla by Adjie Notonegoro. Rancangan yang hanya diperuntukkan untuk anak usia SMA dan mahasiswi itu diproduksi secara terbatas. Yaitu per tiga hari, hanya diproduksi 20 disain, sebanyak 5000 potong.
Pembatasan produksi itu, sebagaimana dikatakan Adjie di Jakarta dimaksudkan untuk mensiasati pembajakan hasil disainnya. Jikapun pada akhirnya dia tidak mampu menanggulangi hasil karyanya yang dipasarkan di Pusat Grosir Tanah Abang Jakarta itu, tetap di bajak, maka dia akan siap menerimanya. ''Itu bagian dari resiko bisnis,'' katanya.
Paling tidak, imbuh dia, hasil karyanya bisa dinikmati oleh semua kalangan dengan harga sangat terjangkau. ''Di atas Rp. 50 ribu, di bawah Rp. 60 ribu''. Dengan menjual murah produknya secara massal, dia berharap pasar bebas dengan serbuan dari produk China, tidak perlu dikuatirkan lagi.
Karena, semua produknya tetap dibuat dari bahan, dan proses jahitan yang sangat berkualifikasi. ''Bahwa bahannya tidak sebagus disain saya kebanyakan itu pasti. Tapi proses pembuatannya tetap terjaga''. Dengan memasarkan produknya secara luas, Adjie juga tidak takut image-nya sebagai pembuat rancangan-rancangan kelas ratusan juta akan hancur. Karena, menurut dia, sudah sepatutnya semua perancang yang sudah mempunyai nama besar, mendekatkan hasil karyanya kepada publik.
Dengan demikian, turut memberikan sumbangsih kepada publik atas sebuah hasil kerja yang bisa diapresiasi bersama. ''Bahkan anak tukang bakso mampu membelinya,'' katanya. Dia menjamin, produknya, yang dijual dengan harga yang sangat terjangkau itu, tetap tidak melupakan kualitas pembuatan, dan yang terpenting disainnya. Untuk mendongkrak produk teranyarnya, Adjie melibatkan artis film Joanna Alexandra sebagai ikon Labella by Adjie Notonegoro.
(Nv@, G20/CN15)