panel header


panel menu
panel news ticker
SUARAMERDEKA.com - Semata-mata Fakta
panel iklan Hosrizon
panel main 1

Wawancara

07 Juni 2009 | 19:35 wib
Abdul Hadi WM:
Malaysia Remehkan Indonesia
KASUS model asal Indonesia Manohara Odelia Pinot dan Raja Kelantan Tengku Muhammad Fakhry serta konflik Ambalat memanaskan lagi hubungan diplomatik dan budaya antara Malaysia dan Indonesia. Sejak sama-sama berdiri tahun 40-an, hubungan bilateral selalu pasang surut. Ada kalanya panas, ada kalanya mesra. Untuk mengetahui kenapa pasang-surut itu terjadi, berikut wawancara dengan Prof Dr Abdul Hadi MW, pengajar Universitas Paramadina yang tahun 1991-1997 menjadi penulis tamu dan pengajar di Universiti… (/)

Komentar

Seyogyanya kita lakukan introspeksi, sebagai bangsa yg belum berhasil menyejahterakan rakyatnya,ketika terjadi persoalan menyangkut martabat bangsa,tak pelu mengkambing hitamkan bangsa lain, tapi menuding kita sendiri yang selama ini tidak sungguh2 berpemerintahan, terkesan main main, malas,tak bertanggungjawab,senang hidup boros,tidak effisien dlm bekerja, pandai mengumbar janji kosong utk meraih kedudukan enak, nyaman.

ro

Saya rasa memang yang banyak kita pelajari adalah Jawa sentris. Bukannya kita kurang mempelajari atau memperlihatkan keislaman Indonesia sendiri, tetapi budaya Islamnya yang lebih menonjol adalah budaya Islam Jawa. Hal ini mungkin juga bisa membuat rasa iri dari budaya/suku lainnya, seperti Melayu umpamanya.

Anonymous

Sebenarnya perseteruan indonesia malaysia ini, hanya bersifat personal.. Sama halnya kita berantem dengan teman kita sendiri..cm karena kita beda negara aja makanya jadi booming.. Karena secara pribadi saya jg banyak teman dari malaysia,dan pada dasarnya mereka juga baik dan ramah terhadap kita. Dan secara pribadi mereka juga tdk setuju adanya perseteruan antara kita bangsa2 melayu.. So, jika ada masalah hukum sebaiknya negara kita tegas menyelesaikan secara hukum, jangan diem dan nerima saja.

Budi

Sudah saatnya para birokrat, politikus dan seluruh bangsa Indonesia berkaca diri, kenapa kita selalu di remehkan oleh bangsa lain, tidak lain itu krn kesalahan kita sendiri.Pemerintahan kita bagaikan "orang besar cacingan dan buta" yang selalu malas utk berkarya karena hanya mengandalkan quantity,haus kekuasaan dan tdk punya agenda yg jelas.

gusti

Artikel penulis mengenai kasus Manohara dan Ambalat yang menyebutkan karena faktor ekonomi ada benarnya juga. kita ambil saja sisi positifnya. Ini merupakan salah satu tamparan bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Politik jangan dijadikan kendaraan untuk memperkaya diri atau golongan. Kalau hsl seperti ini terus berjalan, kapan negara kita bisa sejajar dengan negara tetangga tersebut .....???

Herry

 « sebelumnya  1 2 3 berikutnya » 



Komentar



Artikel Terbaru

Makna Persaudaraan di Balik Tenun Ikat NTT

22 Mei 2012 | 11:44 wib

image

 DUA wartawan media online tersentak ketika dikalungi selendang tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT). "Ini sebagai…

Seleksi Duta Wisata
Bahaya, Jika Terjebak Rutinitas

15 Mei 2012 | 11:00 wib

image

  Oleh Bambang Isti PROMOSI wisata kota Semarang terus digenjot. Peranan seorang duta wisata sebagai ujung tombak propaganda…

Parenting Day "Bunga Bangsa"
Melatih Kesabaran dengan Membatik

13 Mei 2012 | 11:52 wib

image

"WAH, itu gambar apa? Buah asem ya? Ternyata membatik itu tidak susah 'kan?," kata Silviana Endang TM, pengelola PAUD dan…

Merebaknya Fenomena Anak Jalanan

06 Mei 2012 | 18:34 wib

image

ANAK jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan. Tapi hingga…

Jika Momentum UN Disikapi "Overdose"

23 April 2012 | 17:33 wib

image

   Oleh Bambang Isti   PEMERINTAH dalam menyikapi pelaksanaan ujian nasional (UN) baik tingkat SMA sederajat…

FOOTER