panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 September 2014 | 20:19 wib
Profil DPRD Jateng 2014-2019
Wiwin Termuda, Kusdillah Tertua, Ronny Terkecil
image

PROFIL: Dari kiri, Wiwin Wintarto, RA Kusdillah (tengah), Ronny Renaldy (kanan). (suaramerdeka.com/Anton Sudibyo)

RAPAT pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menetapkan 100 calon terpilih anggota DPRD Jateng 2014-2019 sebagai hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014. Sebanyak 64 diantaranya merupakan wajah baru dan hanya 36 anggota Dewan lawas yang kembali terpilih.

Dari 100 orang, dimana terdiri 23 perempuan dan 67 laki-laki itu, Wiwin Wintarto merupakan legislator termuda. Pada Pelantikan DPRD, Rabu (3/9) hari ini, pria kelahiran Rembang, 29 November 1987 itu baru berusia 26 tahun 10 bulan. Legislator yang maju dari daerah pemilihan Jawa Tengah 3 (Grobogan, Blora, Rembang, Pati) itu bahkan baru lulus dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada 2012 lalu.

"Sebelumnya tidak pernah ikut politik, kuliah juga tidak ikut organisasi apapun. Selepas kuliah saya bantu di salah satu usaha orang tua," kata Wiwin, sesaat sebelum Geladi bersih pelantikan di Gedung Berlian DPRD Jateng, Selasa (2/9).

Diakui Wiwin, keberhasilannya mencapai Gedung Berlian adalah buah dari ketokohan orang tuanya. HM Agung Sukardiono memang bukan siapa-siapa bagi warga Jawa Tengah. Tapi untuk warga Rembang, juragan tambak, pengusaha bengkel dan jasa keuangan ini sangatlah populer. Begitu dikenalnya, hingga sanggup meloloskan dua anak dan satu menantunya sebagai anggota DPRD pada Pemilu Legislatif 2014. Selain Wiwin, kakaknya, Heri Kurniawan dan istri Heri, Ayu Ardiah Mayasari juga menjadi anggota DPRD Rembang 2014-2019.

"Bapak memang dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Rembang. Dampaknya besar sekali bagi pencalonan saya hingga dapat 71.200 suara," kata Politisi Partai Gerindra ini.

Bahkan niat nyalon pun didorong dari keinginan Agung Sukardiono. Ceritanya, Agung sering diminta bantuan caleg untuk mendukung. Tapi setelah jadi ternyata mereka lupa pada Agung dan ingkar terhadap amanat rakyat. Maka Agung meminta anak-anak dan menantunya maju sendiri.

"Jadi saya jadi anggota Dewan untuk menjalankan amanat Bapak agar berbakti dan bermanfaat bagi rakyat Rembang dan Jawa Tengah," tegasnya suami dari Diah Woro Kridayanti ini.

Anggota Dewan Teruzur

Jika Wiwin termuda, maka RA Kusdillah merupakan anggota dewan paling uzur. Politisi partai Golkar ini lahir 3 September 1945. Artinya, hari ini tepat ulang tahun Kusdillah ke 69 tahun. Di saat kebanyakan wanita seusianya memilih menimang cucu di rumah menantu, Kusdillah tetap bersemangat mengabdi untuk masyarakat.

Kusdillah bahkan terhitung paling senior di DPRD Jateng. Dewan terpilih dari Dapil Jateng 6 (Mageleng Kota, Magelang Kabupaten, Temamanggung, Wonosobo dan Purworejo)ini sudah menjadi wakil rakyat 22 tahun sejak 1992.

Kepada Suara Merdeka, Pemilu Legislatif 2014 adalah pencalonannya yang terakhir. Namun ia malah meraup suara terbanyak dengan 40 ribu suara. Kepercayaan rakyat itulah yang membuat ibu empat anak ini tetap berkeinginan mengabdi di dunia politik. "Bagi saya ini bentuk pengabdian hidup. Masyarakat sudah memberi amanah, maka saya harus bekerja maksimal," ujarnya.
 
Menurut alumnus S2 Undaris ini, problem utama Jawa Tengah adalah tingginya angka kemiskinan. Susahnya hidup masyarakat kebanyakan sangat ia rasakan ketika turun ke daerah pemilihan untuk reses. "Jangankan hidup layak, hanya untuk makan bergizi tiga sekali masih banyak yang belum bisa," katanya.

Caleg Terkecil

Sementara itu, Politisi Partai NasDem Ronny Renaldy adalah caleg terkecil. Bukan dalam hal fisik, tapi dari jumlah suara. Dari dapil Jateng 1 (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kendal) ia cukup mengumpulkan 10.644. Bandingkan dengan kompetitornya di dapil 1 dari PDIP Dyah Kartika Permanasari yang suaranya mencapai 59.795. Ronny lolos karena terdongkrak suara Partai Nasdem di Dapil I yang berjumlah 79.297.

"Meski suara saya kecil tapi tertolong suara partai yang tinggi. Jadi ketika partai dapat satu kursi, saya masuk," katanya.

Pria kelahiran 26 April 1977 itu optimis mampu mengimplementasikan gerakan perubahan di Gedung Berlian. Karyawan perusahaan perkebunan cengkeh itu ingin masuk Komisi E karena selama ini aktif sebagai Sekretaris Garda Pemuda Nasdem. "Tak ada niatan lain selain bekerja untuk masyarakat. Saya siap mengkritisi program-program pemerintah yang tidak pro rakyat," kata anggota Hipmi dan Apindo Jateng ini.

(Anton Sudibyo/CN38)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 65953
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 48580
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 50077
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 49584
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 6671
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER