panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Agustus 2014 | 08:45 wib
- Setahun Kepemimpinan Ganjar Pranowo
Anak Diteror, Dewan Tuding Berwacana
image

SITUATION ROOM: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan cara kerja situation room yang ada di saming ruang kerjanya dalam melayani laporan dan keluhan masyarakat, Jumat (22/8). (suaramerdeka.com/Anton Sudibyo)


HARI ini Sabtu (23/8) tepat setahun yang lalu Ganjar Pranowo dilantik sebagai Gubernur Jawa Tengah. Apa saja pencapaian Ganjar selain aksi marah-marah di Jembatan Timbang Subah, Batang, dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah? 

Di depan wartawan yang berkerumun di Ruang Kerja Gubernur, Jumat siang tadi, Ganjar memaparkan satu persatu pekerjaannya selama 365 hari memimpin Jawa Tengah. Beragam pertanyaan kritis dilayangkan para jurnalis selama satu jam paparan itu. Namun justru ada satu hal menarik yang selama ini tidak pernah terungkap. Yakni teror terhadap keluarga gubernur.

Ganjar menceritakannya demi menjawab pertanyaan salah satu wartawan senior yang setiap hari ngepos di Gubernuran. Bukan hanya telepon dan SMS gelap bernada ancaman, tapi teror itu juga menyerang putra tunggalnya; Zinedine Alam Ganjar. Saat awal-awal diterima di SMP 2 Semarang, Alam dilaporkan telah memalsukan sertifikat yang didapatnya karena berprestasi di sebuah kompetisi ilmiah.

Kontan saja Ganjar marah karena laporan itu telah mengusik ketenangan keluarga. Namun ia tak sampai mencari siapa yang bertanggungjawab atas laporan itu. Politikus PDIP itu hanya meminta pihak sekolah mengecek keaslian sertifikat yang akhirnya terbukti laporan itu palsu.

"Menurut saya ini teror politis. Dan sangat keterlaluan. Mbok bapaknya saja yang diserang, jangan sampai keluarga apalagi anak saya, kasihan dia tidak tahu apa-apa," kata Ganjar.

Di luar itu, seperti "serangan" anggota Dewan di media menurutnya sebuah hal yang biasa. Terlebih Ganjar telah kenyang sebagai legislator dua periode di DPR RI. Hanya saja, ia meminta Dewan membawa data konkret ketika berbicara di media. Hal ini ia utarakan ketika mengetahui ada beberapa anggota DPRD Jateng yang menilai kinerjanya masih sebatas wacana.

"Yang dimaksud wacana itu yang mana? Infrastruktur memang saya akui belum sempurna. Karena anggarannya sangat kurang. Tapi teman-teman di lapangan bekerja, saya punya laporan mereka mingguan disertai foto pekerjaan," jelasnya.

Diakuinya, keluhan rakyat paling banyak memang tentang kerusakan jalan. Untuk itu Ganjar berencana meningkatkan anggaran perbaikan jalan dan jembatan hingga Rp 2,1 triliun pada APBD 2015. Tahun berikutnya lagi anggaran dinaikkan hingga Rp 3 triliun dan terus naik hingga lima tahun pemerintahannya. 

"Setelah lima tahun saya, Bina Marga bisa nganggur. Kalau pekerjaannya bagus, kita cuma maintenance saja sampe 10 tahun berikutnya," kata pria 46 tahun itu.

Untuk menanggapi keluhan masyarakat, Ganjar membuka sistem pelaporan Lapor Gub di website Pemprov Jateng. Laporan itu diproses oleh tim situation room untuk diteruskan ke dinas, instansi dan kabupaten kota terkait. Sebab keluhan tak hanya pada bagian yang menjadi wewenang Pemprov, melainkan juga pemerintah kabupaten kota, bahkan aparat penegak hukum.

Diakuinya, dalam setahun ini telah banyak mengevaluasi kinerja kepala dinas. Sebagian ada yang sudah bisa menyesuaikan dengan gaya dan ritme kerjanya. Sebagian lain masih harus ditekan untuk maju. Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan paling banyak disorot. Di luar itu, ada Dinas Kesehatan dan Pendidikan yang terus ia maksimalkan kinerjanya.  

"Saya bilang kita ini babune rakyat, harus mau disibukkan. Maka semua dinas sekarang saya minta bikin akun twitter, kalau ada laporan apapun jadi mudah meneruskannya, tinggal mention," katanya.

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu mengatakan, seluruh lini di Pemprov Jateng sekarang sedang bergerak. Maka agar tidak kehilangan momentum, Ganjar memilih turun langsung. Itulah mengapa ia sering berkeliling Jateng dan menggelar inspeksi mendadak untuk memastikan jajarannya bekerja baik. 

Terakhir soal investasi, menurut Ganjar banyak yang harus dibenahi. Regulasi yang dipatok pemerintah selama ini tidak dijalankan dengan baik sehingga banyak investasi tidak berjalan lancar. Berkaca pada kasus PLTU Batang dan Pabrik Semen Rembang, menurut Ganjar adalah efek dari pelaksanaan sosialisasi dan tahapan pendekatan rakyat yang kurang serius.

(Anton Sudibyo/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 65325
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 48202
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 49703
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 49227
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 6588
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER