panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Januari 2014 | 11:23 wib
Membaca Keteladanan Gus Dur - Nelson Mandela
image

HAUL GUS DUR: Grup Terbang Papat Masjid Al-Muttaqin mendapatkan kesempatan tampil sebagai pembuka acara tahlil budaya dalam rangka Haul ke-4 Gus Dur dan mengenang 40 hari wafatnya Nelson Mandela. (suaramerdeka.com/Rosidi)

ALUNAN musik kesenian tradisional Terbang Papat dari Grup Terbang Papat Masjid Al-Muttaqin Desa Megawon, Kecamatan Jati, mengalun dengan ritmis. Namun kian lama, alunan musik dari terbang dan jidur yang dipadu lantunan lagu dari para vokalis, semakin rancak dan membuat harmoni musik yang sangat indah.

Sekitar 20-an personel grup Terbang Papat pimpinan Hamdan Ismail, ini tampil sebagai pembuka acara tahlil budaya dalam rangka haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan mengenang 40 hari wafatnya pejuang kemanusiaan Afrika Selatan, Nelson Mandela, yang digelar di RM Bambu Wulung, Selasa (31/12/2013) malam.

Di panggung utama berukuran sekitar 10 x 6 meter, sekitar pukul 18.30 hingga 19.50, di hadapan ratusan peserta tahlil budaya yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, ''para penerbang'' itu melantunkan tiga lagu, yakni Fi Hubbi, Ya Maulidal, dan Syi'iran Gus Dur.

Pukul 20.00, barulah tahlil budaya yang menghadirkan KH Yusuf Cudlori (Magelang), KH Nuril Arifin (Semarang) dan Dr H Agus Maftuh MAg (Yogyakarta) sebagai orator, dibuka. Diawali dengan pembacaan suratul fatihal, dilanjutkan pembacaan ayat suci al-Qur'an, lalu pembacaan surat Yasin dan tahlil.

Aris Junaidi, tuan rumah yang juga mantan ajudan Gus Dur kemudian memberikan sepatah sambutan dalam tahlil budaya yang digelar Dewan Kesenian Kudus (DKK) didukung oleh PR Sukun. ''Terim kasih atas kehadiran saudara-saudara semua, khususnya Gus Yusuf, Gus Nuril, dan Kang Agus Maftuh yang telah meluangkan waktunya.''

 

Inspirasi Santri

KH Yusuf Cudlori dalam orasi budaya yang disampaian mengutarakan, Gus Dur tokoh yang menginspirasi para santri di Indonesia. ''Kehadiran Gus Dur mengomunikasikan nilia-nilai Islam dan pesantren ke semua pihak, sehingga banyak pihak yang tertarik dengan pesantren,'' ungkapnya.

Gus Yusuf -sapaan akrabnya- pun menambahkan, bahwa mantan Presiden RI ke-4 yang pernah menjadi santri ayahandanya tersebut, adalah sosok yang meluangkan 24 jam sehari sepanjang hidupnya untuk melayani masyarakat.

''Mulai dari ibu-ibu yang tidak punya uang sampai koruptor pun datang ke tempat Gus Dur,'' katanya dalam orasi budaya yang dipandu penyair Sosiawan Leak. Sepeninggal Gus Dur, lanjut Gus Yusuf, menjadi tanggung jawab para pecinta dan santrinya untuk meneruskan nilai-nilai yang diperjuangkan mantan Ketua Umum PBNU itu.

''Perjuangan membela HAM, ngemong kiai-kiai, sesepuh, dan kebudayaan lokal hari ini diambil oleh kiai kampung, yang komitmen menjaga harmoni dengan masyarakat lokal,'' tuturnya.

Ada relasi apa antara Gus Dur dengan Nelson Mandela? Dr Agus Maftuh, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta mengemukakan, Gus Dur adalah sosok yang akan selalu dikenang dan dirindukan sepanjang masa.

''Sebagaimana dikemukakan Imam Syafi'i, bahwa orang-orang sholih seperti Gus Dur itu tidak akan pernah mati, meski pun kenyataannya malam ini kita menggelar haul beliau ke-4,'' terangnya.

Sedang tentang Nelson Mandela, disebut sebagai tokoh pejuang kemanusiaan yang pola pikirnya sangat terpengaruh dengan seorang sufi asal Indonesia bernama Syeh Yusuf Al-Makassari. ''Syeh Yusuf adalah seorang sufi yang mengajar al-Qur'an pertama kali di Afrika Selatan. Mendela sangat menghormati Syeh Yusuf dan menyebutnya sebagai salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Afrika Selatan,'' katanya.

KH Nuril Arifin dalam kesempatan itu secara berkelakar, bahwa Gus Dur itu memiliki teman dalam hidup. ''Pertama teman kerja seperti Alwi Shihab, Mahfudh MD, Muhaimin dan Gus Yusuf, lalu teman bagi duit seperti Aris Junaidi, dan teman yang diajak perang seperti saya,'' ungkapnya yang disambut senyum ratusan pengunjung yang hadir

(Rosidi/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 65953
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 48580
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 50077
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 49584
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 6671
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER