panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 September 2013 | 17:37 wib
Status Gunung Api Tidak Selamanya Bikin Galau
image

MELETUS: Gunung Sinabung mengeluarkan debu vulkanik. Status Sinabung sempat dinyatakan aman oleh PVMBG beberapa waktu lalu. (foto:viva.co.id)

Tidak selalu harus berstatus "Awas", posisi sebuah gunung api digambarkan tengah meletus. Dalam perkembangannya, status "Waspada" atau "Siaga" yang berada di bawah level tertinggi itu, di puncak gunung api pun sudah bisa dipenuhi gulungan asap letusan. Lha kok bisa?

Karena itu, menjadi penting bagi masyarakat untuk menangkap isyarat dari status tersebut. Bagaimana isyarat itu bisa  pahami melalui penjabaran rekomendasi yang dikeluarkan lembaga yang berwenang, dalam hal ini Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berpusat di Bandung.

Tentu saja, bukan persoalan gampang menenangkan masyarakat yang menyaksikan langsung letusan gunung api di lingkungannya. Kasus belasan ribu pengungsi Gunung Sinabung (2.460 mdpl), Sumut, padahal hanya satu desa yang diminta mengungsi, patut untuk dicermati.

Perlu waktu untuk menghadirkan harmoni di antara keduanya. Satu yang tak bisa dielakan, keberlanjutan pengetahuan akan bencana harus terus dijaga. Momentum inilah yang harus direspon pemerintah dan masyarakat dengan kesadaran penuh. Anggap saja, itu sebagai "premi asuransi" yang akan berguna sewaktu-waktu.

Rekomendasi yang merupakan isyarat masa kini itu merupakan salah satu bekal guna menghadapi situasi yang tak biasa, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar gunung api. Apalagi siklus letusan, kadang baru berlangsung dalam rentang yang begitu lama.

Khusus Merapi (2.980 mdpl sebelum letusan hebat 2010), Magelang, dengan kasus letusan yang relatif sering menjadikan warga sekitarnya terlatih. Dinamika itu pun didukung peran komunitas yang menjadikan kesiapsiagaan terus terbarukan guna menjaga sistem yang ada mampu berjalan andal.

Status "Awas" memang seperti situasi yang tidak bisa ditawar lagi. Ada bahaya nyata yang mengintai. Inilah yang harus dipahami. Sebelum tahapan akhir itu tercapai, ada jeda guna memberikan ruang bagi masyarakat menyiapkan diri, terutama atas kemungkinan terburuk. Karena itulah, status "Waspada" dan "Siaga" dilabelkan. Kita diminta menyiapkan "kuda-kuda".

Bahwa gunung yang dimaksud tengah meningkat aktivitasnya. Bahwa ada rasa khawatir itu lumrah, tapi akan lebih baik bagi masyarakat mengimbanginya dengan mencari pengetahuan yang cukup. Akses ke pos gunung api sangat terbuka. Kendati sebenarnya, sistem penyampaian informasi kebencanaan perlu pula dimantapkan keandalannya sehingga andal dari sisi kecepatan terutama dari PVMBG ke Pemda.

Siapa tahu dari pencarian itu, masyarakat menjadi kaya informasi dan lebih mengenal karakteristik gunung api yang ada. Semeru (3.676 mdpl), Jatim pernah puluhan dan ratusan kali meletus per hari tanpa pernah "Awas", demikian juga Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Cukup "Waspada" dan "Siaga".

Pertimbangannya, di antaranya, potensi letusan relatif tidak membahayakan, bahkan disyukuri karena energi gunung menjadi tak terakumulasi menjadi letusan hebat, serta tidak ada masyarakat yang mendiami di dekat gunung tersebut sehingga tak ada yang terdampak. Bahkan, fenomena itu bisa ditawarkan sebagai paket wisata alam sehingga tak selamanya ancaman gunung api itu membuat risau. tapi membuat kita terpukau.

(Setiady Dwi/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 66278
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 48727
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 50235
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 49746
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 6700
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER