panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Februari 2012 | 10:03 wib
Mengais Rezeki dari Barang Rongsokan
image

Agus (berkaus merah) yang akan menimbang barang rongsokan, dibantu rekannya Rozi (foto: soviana)

Bagi sebagian orang, barang rongsokan memang tak lagi bermanfaat, apalagi memiliki nilai jual. Namun tidak bagi Agus (29). Botol bekas, besi, seng, plastik juga kardus yang sudah usang, baginya ternyata bisa menghasilkan uang.

Usaha dagang yang digeluti Agus bergerak di bidang jual beli barang bekas. Agus yang telah merintis usaha ini selama lebih dari 15 tahun itu mengais rezeki dengan memanfaatkan barang rongsokan sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan uang, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ia dibantu rekan-rekannya yang tinggal di daerah pesisir kota Semarang, tepatnya di daerah Tambak Mulyo. Barang bekas bagi mereka adalah hal yang akrab dengan keseharian mereka. Meski bisnis ini terkesan jorok dan banyak disebut bisnis pemulung, namun penghasilan yang dijanjikan tidak jauh dari usaha - usaha yang lain.

Agus bercerita, bisnis ini dirintisnya dari nol. Ia berhasil mengajak pula beberapa warga setempat untuk turut membantunya. Dituturkan Agus, barang rongsokan yang ia dapatkan berasal dari pemulung yang memang sudah menjadi langganannya, yang kebanyakan berasal dari Demak. Tapi tidak menutup kemungkinan, kalau unit dagang ini juga menerima barang rongsokan pemulung lain atau bahkan dari tetangganya sendiri.

Saat menjualnya, unit dagang ini juga memiliki beberapa langganan pabrik besi dan pabrik plastik yang siap membeli barang - barang bekasnya. Lantas, apa motivasi Agus mendirikan usaha dagang ini?, "Awalnya sih hanya coba - coba, berhubung peluangnya bagus ya dilanjutkan saja," ujarnya

Usaha yang dulu sekedar coba - coba kini berbuah berkah. Hingga saat ini, unit dagang milik Agus telah memiliki dua gudang yang letaknya cukup berdekatan. Gudang yang satu, hanya digunakan untuk mengumpulkan besi bekas dan seng. Sementara barang bekas seperti plastik, kaleng, kardus, ember, dan barang - barang kecil lainnya dikumpulkan di satu gudang yang tertutup. Agus mengatakan, sejauh ini belum ada keluhan ataupun protes dari warga setempat atas usahanya ini.

Pasang surut

Bukan bisnis namanya jika tak mengalami pasang surut. Bisnis barang rongsokan pun sempat mengalami masa krisis ketika nilai tukar dolar turun dan membuat beberapa unit dagang, khususnya di Semarang, mengalami kerugian ratusan juta rupiah bahkan ada juga yang sampai bangkrut.

Namun bisnis barang rongsokan yang dikelola oleh Agus ini tetap bisa bertahan meski pemasukannya diakuinya tidak sebanyak dulu. "Sekarang kalo jual, cuma sekitar 4 ton per minggu, padahal dulu satu bulan bisa sampai 300 ton," ujar Rozi, salah satu pekerja.

Rozi mengungkapkan, saat ini bisnis jual beli barang rongsokan sedikit sepi, bukan karena pesaingnya tetapi karena barang sulit didapatkan. Meski demikian, unit dagang yang berada di Tambak Mulyo ini tetap melangsungkan usahanya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari.

Meski bergerak di bidang jual beli barang bekas, Agus mengaku sangat berhati-hati dengan tidak menerima semua barang bekas untuk dijual. Barang seperti pipa dan rel termasuk dalam barang yang dicurigai dan tidak dibeli oleh unit dagang ini. "Kalo barang - barang jenis kayak gitu, atau barang yang masih agak baru, malah gak diterima, antisipasi aja, takutnya kalo itu barang curian," ujar Agus.

Usaha yang telah ditekuni Agus sejak lama, bahkan sejak dirinya masih melajang ini telah membawa berkah bagi dirinya dan keluarga. Salah satu hal yang membuat ia dan rekan-rekannya tetap bertahan saat ini adalah rasa nyaman dan kekerabatan yang sudah sangat erat.

Hampir tidak ada rasa duka dan tak enak dalam menggeluti usaha ini, semuanya dijalani mereka dengan hati ikhlas. Harapan mereka, bisnis jual beli barang rongsokan ini tetap bisa bertahan di tengah arus bisnis modern saat ini sehingga eksistensinya tetap terjaga.

(soviana/lendy/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 65325
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 48202
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 49703
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 49227
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 6588
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER