panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Januari 2012 | 00:36 wib
Perlu Regenerasi
Puluhan Siswa di Semarang Ikuti Lomba Kaligrafi China
image

MENULIS INDAH: Beberapa peserta Lomba Kaligrafi China tengah serius membuat tulisan indah dengan huruf Mandarin di Gedung Perkumpulan Fu Qing, Jalan Gajah 5-9 Semarang pada Sabtu (7/1) sore. (suaramerdeka.com/ Diantika PW)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Puluhan siswa-siswi mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK berkumpul dalam sebuah kompetisi kaligrafi China, atau orang awam menyebutnya huruf Mandirin. Lomba menulis kaligrafi China ini digelar perkumpulan Kaligrafi dan Seni Rupa China Semarang, Sabtu (7/1).

Peserta datang dari berbagai sekolahan yang ada di Kota Semarang. Mereka diberi waktu 90 menit untuk membuat kaligrafi bertuliskan "Belajar Tidak Pernah Merasa Bosan" dalam huruf Mandarin, dengan menggunakan kuas dan tinta. Perlombaan ini tidak hanya diikuti warga keturunan Tionghoa saja, tak sedikit pula warga pribumi yang turut serta mengikuti ajang tersebut. Bahkan di antara mereka banyak yang telah menyabet penghargaan dari perlombaan serupa.

Seperti Linda Rahmawati, perempuan berjilbab ini hampir dua tahun menggeluti seni kaligrafi China. Dia juga pernah menyabet juara I dalam perlombaan seni kaligrafi tingkat Jateng pertengahan 2011 lalu. Siswi SMKN 2 Semarang ini mengagumi huruf-huruf China tersebtu karena dinilainya begitu unik.

Komentar serupa juga dilontarkan Mega Ayu Puspita, Warga Ungaran. Menurut perempuan berdarah Jawa ini, belajar kaligrafi China sama halnya belajar filosofi hidup. "Jika biasanya makna ada disetiap kata, kalau untuk huruf China, makna ada di setiap hurufnya. Apalagi ini tulisannya indah sekali, saya yakin setiap orang kalau tau pasti akan tertarik," ujar Mega.

Selain lomba menulis indah, perkumpulan ini juga menggelar pameran lukisan dan kaligrafi China selama dua hari, yakni pada tanggal 7 hingga 8 Januari. Lukisan dan kaligrafi yang ditampilkan merupakan hasil karya warga Semarang dan sekitarnya yang belajar di Perkumpulan Kaligrafi dan Seni Rupa China, Jl Gang Besen 82 Semarang. Sedangkan pemenang perlombaan akan diumumkan di Gedung Perkumpulan Fu Qing, pada Minggu (8/1).

Perlu Regenerasi

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Kaligrafi dan Seni Rupa China, Hidajat Purnama berharap, seni kaligrafi China dapat dijadikan sebagai bidang ekstra kulikuler di sekolah-sekolah, utamanya di Kota Semarang. Sebab seni menulis karakter China ini dipercaya dapat menajamkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

Menekuni kaligrafi China, tak hanya bermakna seni, tapi juga mengandung unsur olah tubuh, terutama terletak pada gerakan-gerakan tangan ketika menyapukan kuas diatas kertas.

"Sebagai seorang penggemar kaligrafi, saya merasa betapa besar nilai kaligrafi ini. Sedangka pelaku-pelaku kaligrafi saat ini sebagian orang-orang yang sudah lanjut usia. Jadi jika kita tidak melakukan regenerasi atau estafet skil, ya akan terputus," papar Hidajat saat ditemui di sela-sela perlombaan.

(Diantika PW/CN27)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 66278
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 48727
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 50235
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 49746
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 6700
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER