panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Desember 2011 | 12:26 wib
Hadapi Sindoro dengan Manajemen Bencana
image

UNTUK memastikan kondisi gunjung Sindoro, warga desa pun mendatangi Pos Pengamatan gunung berapi Sindoro - Sumbing,. (Suara Merdeka.com / Isti)


Oleh Bambang Isti

MENGAPA banyak orang, terutama warga Temanggung tidak tahu jika Gunung Sindoro mulai menggeliat?

"Saya tidak tahu kalau Gunung Sindoro aktif, bukankah gunung itu termasuk gunung mati? Kok bisa tiba-tiba statusnya menjadi waspada,"?

Kata-kata seperti itu senada dilontarkan oleh kebanyakan orang saat ditemui Suara Medeka.com Selasa pagi (6/12) pekan lalu, terkait mulai menggeliatnya gunung yang memiliki ketinggian 3.145 m (dpl) di atas permukaan laut itu.

Dari ibu-ibu pemilik warung makan di depan kantor Kecamatan Parakan, kernet mikrobus bertrayek Secang - Parakan, sampai petani kacang di lereng gunung Sidoro, mereka menyatakan ketidaktahuannya itu. Ironisnya, seorang pendaki yang nekat mendaki ke puncak Sindoro pun tidak tahun menahu kalau gunung Sindoro mulai mengancam bahkan berstatus Waspasa level 2.

"Memang teman-teman saya pernah melihat ada kepulan asap di beberapa tempat di puncak Sindoro, tapi saya ndak ngira kalau sudah status Waspada.' kata Abdul, buruh tani di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Temanggung pun saat mendapat berita jika status Sindoro.

Itu sebabnya ketika pada Senin (5/12) lalu saat PVMG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) mengumumkan perubahan status gunung dari Aktif Normal ke Waspada, aparat setempat yakni para camat dan muspika yang ada di beberapa kecamatan yakni, Kledung, Bansasri dan Parakan memang dibuat panik.

Hari Selasa esoknya aparat dan muspika mengadakan rapat koordinasi. Rapat itu berlangsung Selasa (6/12) baik di kantor Kecamatan Bansari atau di kantor Kabupaten Temanggung, membicarakan antisipasi kemungkinan terjadinya bencana Gunung Sindoro.

Selain Temanggung, Wonosobo adalah kota lain yang terdekat dengan Sindoro. Pada Rabu 97/12) Agus Wibowo, Kabag Humas Pemkab Wonosobo mengumumkan adanya empat jalur evakuasi yang disiapkan di lima kecamatan terkena dampak jika terjadi bencana.

Kesiapan muspika

Ada 8 kecamatan yang ada di lereng Gunung Sindoro tetap tenang terkait peningkatan status dari normal menjadi waspada yang ditetapkan PVMBG yakni Kecakmatan Kejajar, Wonosono, Kertek, Garung dan Mojotengah. Sementara di Temanggung daerah rawan bencana terdapat di Kecamatan Bansari, Kledung, dan Parakan.

Akutrasi dan ketepatana informasi sangat membantu warga sehingga bisa tetap menjalankan aktivitasnya dengan tenang," kata Agus Wibowo.

Belajar dari vencana Gunung Merapi tahun lalu, pemkab Temanggung dna Wonosobo agaknya ingin membuat manajemen bagaimana menghadapi bencana dengan terkoordinasi.

S. Purnomo, Danramil Parakan pun menyatakan, sudah merancang peta evakuasi, meski pun masih harus dikaji lebih matang lagi. "Tapi kami sudah merancang jaur-jalur evakuasi mana yang akan kami pakai nanti. Termasuk sudah menentukan gudang-gudang yang tidak terpakai untuk bisa digunakan sebagai hunian sementara," Purnomo ditemui di Pos Pengamatan desa Gentingsari.

Sampai Selasa siang, pos pengamatan di Desa Gentingsari banyak berkumpul aparat dari Kodim 0706 Temanggung, Polres Temanggung, muspika Bansari, petugas Puskesmas dan warga desa.
 
Sementara petugas Pos Pengamatan Gunung Sumbing-Sindoro di Desa Gentingsari sibuk mengolah laporan yang bersumber dari pergerakan seismograf, yang mencatat adanya getaran 12 kali gempa vulkanik ringan tipe B sejak hari Senin kemarin.

Tercatat juga adanya peningatan suhu udara dari 70 derajat celsius menjadi 90 derajat celcius. Petugas Pos Pengamatan terus memantau perkembangan kondisi gunung dan getaran vulanologi setiap 6 jam.

Meski kesibukan terjadi di Pos Pengamatan dan kantor kecamatan, namun  aktivitas warga masih tetap berjalan normal. Di sisi lain, sebagian warga mulai pula dihingggapi rasa was-was akan perkembangan Gunung Sindoro yang terakhir meletus pada tahun 1970 lalu.

Meski sejak Kamis (8/12) aktivitas Sindoro dinyatakan turun, namun pemkab di dua kota itu tetap mengingatkan warganya untuk tetap waspada.

(Bambang Isti/CN 25)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 4877
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 4744
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 5202
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 5150
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 1129
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER