panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Oktober 2011 | 00:07 wib
Esai Prie GS
Momen Terpaksa
image

Ada banyak keinginan untuk ‘’bisa’’, yang karena keadaan, sebagian sisanya karena kesempatan. Kesempatan itu jelas, cuma soal waktu. Sementara  keadaan  lebih lengkap cakupannya. Ia meliputi kesempatan, biaya, tenaga dan pikiran.
   
Tetapi karena begitu besar minat saya kepadanya ada beberapa soal yang saya lambat, refleks terlambat, ingatan terlambat. Pokoknya serba terlambat. Pada saat pertama kali mengenal piano, jari saya sudah  terlalu terlambat untuk mengikuti kemauan tuts sebetulnya. Untuk bisa mengakurkan gerak jari kanan dan kiri saja sudah  kesulitan luar biasa, apalagi harus memainkan lagu.
   
Saya ingat, lagu pertama yang mati-matian harus saya kuasai adalah Burung Kakatua dengan tempo yang sangat lambat pula. Itupun membutuhkan usaha demikian lama. Usaha pertama baru sebatasnya. Dipaksa berkali-kali tak juga bergerak . Ketika tangan kiri pelan-pelan mulai bergerak, kini datang tugas baru yang saya takuti: menggerakkan dua tangan bersama-sama.
   
Ajaib, hasilnya malah tidak  bergerak sama sekali. Perintah otak mogok di dua tangan yang kehilangan koordinasi. Hafalan tangan kanan dan kiri yang sudah  lancar saat bergerak sendiri, lenyap entah kadang saya harus menundanya barang sejenak. Kadang yang disebut  sejenak itu harus ditambah sejenak lagi, sejenak lagi dan entah berapa jenak saya habiskan cuma untuk menaklukkan Burung Kakatua ini.
   
Jika hanya cuma bersandar pada hasil, saya hampir menyerah karena usaha saya diri sendiri, masak sih saya segoblok ini. Kempauan macam apa yang  saya miliki ini sehingga cuma menyanyikan lagu sederhana ini saja gagal. Perasaan  malu itu ternyata  menguatkan usaha.

Akhirnya, entah bagaimana ceritanya, dua tangan saya itu berkoordinasi dengan  sendirinya. Mungkin ia lelah pada usaha saya yang tak kenal lelah. Akhirnya Burung Kakatua itu tuntas juga. Target saya menarik kecukupan yang lain. Nyatanya, tanpa sadar sudah bertambah lagi jumlah lagu saya. Kini sudah meningkat ke lagu-lagu Koes Plus. Dalam waktu dekat malah akan saya tambahi lagi dengan lagu-lau Rhoma Irama. Menantang sekali rasanya menafsir lagu Darah Muda dengan piano.
   
Dengan kemampuan saya yang baru itu membuat saya percaya  diri mengiringi pengamen yang datang ke rumah. Begitu mereka datang dengan gitarnya, saya menyambutnya dengan piano. Jam session istilahnya. Tegasnya ialah, ada sisa kemampuan yang kita tak tahu batasnya di mana. Pancing dia keluar kalau perlu dengan paksa.

(Prie GS/bnol)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 65325
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 48202
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 49703
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 49227
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 6588
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER