
Di ruang praktek seorang dokter sahabat tidur agar hidup menjadi lebih sehat. Ada sederet anjuran, tetapi salah satunya yang saya kenang ialah, agar segera melihat hijau dedaunan. Sudah lama saya merasakan kontak terhadap hijau daun itu bagi kejiwaan, tetapi baru sekali ini saya melihat ada seseorang yang secara resmi cuma memaksa diri melakukan kontak rutin pada kehijauan tetapi juga lebih dekat lagi: menyirami tanaman.
Ada banyak tanaman terbengkalai di rumah saya. Banyak? Tidak. Karena lahan tanaman itu juga cuma sempit saja. Hanya ada sederet pot dengan aneka tanaman sederhana. Tetapi tanaman yang cuma sederet itupun nyaris tak terurus semua. Inilah yang saya sebut banyak. Jika ada banyak saya untuk rajin menyiram pot-pot terbengkalai itu lebih karena dorongan rasa bersalah semata sampai gambar pengumuman di ruang praktek teman dokter itu saya baca.
Pengumunan iu akhirnya benar adanya. Aneka tanaman di pot itu kembali menyehat, menghijau dan berbunga. Saya sediri juga merasakan gejala serupa. Saat ketika saya menyiram bunga-bunga itu, selalu menjadi saja. Itulah celakanya. Jadi selama ini, pikiran saya selalu cuma merasa dikejar-kejar walau tak ada yang mengejar. Selalu merasa terburu-buru walau tak ada yang memburu. Saya benar-benar malu pada kedaaan ini. Menjadi tua, tanpa mudah menjadi tenang, pasti hidup yang kurang bermutu.
Itulah barangkali sumber munculnya rasa lelah kejiwaaan itu. Kepala yang tampaknya terpejam, berisi persoalan yang berseliweran. Sungguh butuh kereja keras untuk menenteramkan aneka lompaan itu. Butuh kesadaran penuh untuk menghentikan aneka gerakan itu. Dan menyiram tanaman, adalah salah satunya. Kenapa ia dianjurkan? Sayaa untuk penyakit kita ternyata adalah obat yang terletak begitu dekat. Ia menjadi begitu jauh cuma karena kita tidak pernah melihat. Pengetahuan itu mendekatkan. Ketidaktahuan itu menjauhkan.
Kedekatan tanaman itu dengan hidup kita bukan cuma kedekatan sebuah jarak tetapi juga kedekatan ikatan. Kedekatan jarak sudah jelas, karena pot-pot bunga itu ada di teras tumah kita. Beberapa di antaranya malah ada di atas meja, di dalam kamar, di ruang tamu. Ia sederhana karena dekat. Tetapi kedekatan cuma oleh ketidaktahuan. Katimbang melihat kemarau panjang yang gersang, kita lebih memyukai pemandangan musim yang ditenteramkan dan seperti keliaran yang sedang dijinakkan. Maka siramilah tanaman, karena ia memiliki kekuatan menghentikan sejenak sesuatu yang sedang gaduh berlarian.