panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Juli 2011 | 22:41 wib
Esai Prie GS
Kemacetan Biasa Saja
image

Kemacetan jalanan telah juga bersikap   biasa-biasa saja. Jengkel dan marah pasti. Tapi karena marah dan jengkel juga terjadi setiap kali maka keduanya juga harus sudah sikap putus asa. Tapi  ada jenis asa yang malah menguatkan hati kalau ia diputus. Jadi apa boleh buat.
   
Begtiu juga dengan kemacetan yang saya dan  keluarga jalani di sebuah kesempatan ini. Kemacetan yang kami sambut dengan perasaan mendua. Satu sisi adalah refleks instink biasa yakni marah. Di sisi  lain malah membuat kami bercanda menghibur diri. Bentuknya, banyak sekali dari kami kencing lalu merokok sambil rebahan di jalanan.
   
Reaksi ini sesungguhnya hanya menegaskan betapa parah  sebetulnya kemacetan ini. Karena sehebat apapun kemacetan jika seluruh mesin kendaraan masih menyala  dan para sopir masih bertahan  di dalam, itu tanda masih ada harapan. Tetapi ketika duduk di belakang stir sudah dianggap tak banyak gunanya  lagi, itulah tanda bahwa keadaan sudah  tak terkendali.
   
Karena memang ada yang aneh dari situasi kami ini. Seluruh kendaraan bisa berhenti dari dua sisi dari sana dan sini. Jelas sudah, sumber kemacetan yang belum kami tahu itu tidak kemudian bertambah lagi di sana dan sini. Sopir-sopir yang telentang di jalanan itu adalah bagian dari kepasrahaan mereka pada keadaan karena tak jelas akan berlangsung sampai kapan.
   
Ketika akhirnya, setelah sekian lama antrean bergerak pelan, setindak demi setindak kami sampai pula di titik utama kemacetan, agak  heran juga saya ketika penyebab utama kemacetan  itu ternayata adalah kegiatan rutin perbaikan jalan saja. Ini kegiatan biasa dan tak istimewa. Yang sini berjalan, sebentar  sana berjalan. Tapi tak ada yang perlu dicemaskan dari kegiatan semacam ini jika persoalannya cuma harus bergantian. Bahwa sejenak perjalanan butuh berhenti dan  pelan, tak perlu ditakutkan. Jalan bergiliran   bukan  sesuatu yang menyakitkan. Beratnya antrean bukanlah  karena hal pihak itu akhirnya bukan cuma sepihak tapi berpihak-pihak.

Mental berebut itulah akhirnya biang kemacetan total ini. Buka-tutup jalan itu sendiri soal biasa,. Sederhana dan demi kebaikan pula. Tetapi ketika ada satu kendaraan dari sinikemacetan itu lengkap sekali dan soal yang sekali. Ini penegasan sekali lagi, betapa samakin rakus seseorang akan membuat isi dunia yang mestinya tak habis dibagi-bagi ini malah tidak akan  mencukupi.

(Prie GS/bnol)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
22 Mei 2012 | 11:44 wib
Dibaca: 271
image
15 Mei 2012 | 11:00 wib
Dibaca: 564
image
13 Mei 2012 | 11:52 wib
Parenting Day "Bunga Bangsa"
Melatih Kesabaran dengan Membatik
Dibaca: 630
image
06 Mei 2012 | 18:34 wib
Dibaca: 1019
image
23 April 2012 | 17:33 wib
Dibaca: 1172
Panel menu tepopuler dan terkomentar
06 Mei 2012 | 18:34 wib
13 Mei 2012 | 11:52 wib
15 Mei 2012 | 11:00 wib
FOOTER