
Irjen Pol EDWARD Aritonang saat membaca berita on line, didampingi Kukrit Suryo Wicaksono, CEO Suara Merdeka Grup dan Zainal Abidin, Pimred CyberNews. (Foto CyberNews Wisanggeni)
Oleh Bambang Iss
APA yang ada di benak seorang Irjen Pol Edward Aritonang, Kapolda Jawa Tengah yang baru genap seminggu memimpin jajaran polisi di propinsi ini ketika memandang Jawa tengah?
Provinsi Jawa Tengah, menurut mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini, sebagai wilayah yang spesifik. "Saya mengenalnya sebagai wilayah yang halus, adem, ayem dan tentram," kata dia.
Di luar sebagai kawasan yang terkenal dengan daerah hijau karena penuh dengan tanaman hutan, dan sungai "Jateng ini kan gemah ripah loh jinawi," kata Edward Aritonang ketika bersilaturahmi dengan Kukrit Suryo Wicaksono, CEO Suara Merdeka Grup dan jajaran redaksi Suara merdeka dan CyberNews, Selasa (31/8) di kantor Suara Merdeka Kaligawe Semarang.
Dalam sejarah kepemimpinan kepolisian di Jateng, Edward Aritonang adalah satu-satunya kapolda yang berasal dari luar Pulau Jawa, yakni Batak. "Tapi sebenarnya saya sudah kenal dengan kultur Jawa sejak lama, yakni ketika saya sekolah kepolisian di Magelang dulu," katanya.
Menurut Edward, waktu itu dia berpikir, "Kalau ingin maju ya, harus mau datang ke Jawa. Karena di wilayah ini, betapa etika dan tatakrama masih dipelihara betul," kata Edward.
Izin gubernur.
Maka ketika Edward Aritonang bertemu dengan Bibit Waluyo, Gubernur Jateng saat-saat awal menjabat pekan lalu, dia mengaku terkesan dengan "Bali Ndesa, Mbangun Desa" yang menjadi pedoman kepemimpinan Bibit Waluyo yakni memberi motivasi untuk bisa membangun Jawa Tengah secara utuh. "Maka saya izin pada beliau (Bibit Waluyo, red) untuk mempelajari konsep 'Bali Ndesa, Mbangun Desa' itu tadi, dan apa yang bisa saya lakukan untuk provinsi ini," kata Edward.
Maka ketika beberapa hari lalu Kapolri menawari Edward opsi 2 wilayah yang harus dipimpin yakni antara Sumatera Utara dengan Jawa Tengah, Edward tertantang untuk memimpin polisi di Jawa Tengah yang pendudunya jauh lebih banyak dari Sumatera Utara. "Maka saya akan sampaikan ke bapak Kapolri, bahwa mudah-mudahan saya bisa melaksanakan tugas di Jawa Tengah ini dengan baik dan tidak sia-sia," kata Edward yang telah menyiapkan nota kesepakatan (MoU) antara Polri dengan Dewan Pers.
Memandang Jawa Tengah dengan kehati-hatian inilah sikap Edward Aritonang saat ini di awal jabatannya sebagai Kapolda. Diakui pula ketika Jateng di permukaan dikenal aman dan kondusif, namun dia mengaku harus hati-hati dan tetap melihat kearifan lokal yang ada. "Karena ini akan menjadi pedoman kerja polisi. Saya ingin mengubah citra bahwa polisi itu bukan aparat negara, tapi polisi adalah alat masyarakat," (Bersambung)
(/Bambang Iss)