panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 April 2010 | 19:15 wib
Esai Prie GS
Jam Terbang
image

Saya  mengerti kenapa sebutan jam terbang dikenakan untuk menggambarkan pengalaman. Ini semula pasti karena pengalaman memang disetarakan dengan terbang. Begitu berat mencari pengalaman itu sehingga beratnya sama dengan terbang. Orang yang jagoan di darat, bisa menjadi pihak penakut di angkasa sana. Muhammad Ali contohnya.

Sejak muda Ali sudah bertubuh bongsor dan ditakuti teman-teman sekolahnya. Jika nilai sekolahnya jelek, ia cukup mengancam teman sekelasnya untuk membocorkan jawaban. Rumus ini selalu sukses karena pihak yang terancam itu enggan terlibat keributan.
       
Ali yang menakutkan ini adalah Ali yang ganti ketakutan ketika harus  terbang. Tetapi jika ia benar-benar  menolak terbang, sejarah tidak akan mengenal Muhammad Ali seperti yang sekarang. Karena untuk meraih Emas Olimpiade, ia harus pergi ribuan mil dari kampungnya dan menempuh ketinggian puluhan ribu kaki. Orang ini mengingat dengan rasa malu ketika untuk terbang di kali pertama ia harus membelitkan parasut di tubuhnya. Bagi sebagian besar orang, terbang adalah keputusan yang menakutkan tak terkecuali saya.
       
Tapi cuma dengan terbang itulah jarak-jarak yang jauh ditaklukkan, perjalanan panjang dipendekkan dan hari dipadatkan cuma menjadi jam. Semenatra ini, cuma terbang yang memiliki kemampuan sebesar itu walau dengan risiko yang juga sebesar itu.  Hukum yang sudah amat tua ini terjadi lagi: untung yang tinggi, selalu ada di dalam risiko tinggi.

Tetapi biar kata risiko itu tidak mendapat tekanan ucapkanlah secara terbalik, bahwa cuma memang di sebuah risiko tinggi terletak keberuntungan tinggi. Maka setiap hendak mengumpulkan pengalaman demi pengalaman yang berat itu, mari membayangkan buah pengalaman yang nilainya selalu akan sepadan.
       
Untuk bisa menulis bahkan  sekadar kolom ini saja, saya butuh belajar menulis lebih dari 20 tahun. Jangka waktu sepanjang itupun tidak membuat saya menjadi benar-benar ahli. Ada kalanya, kolom ini selesai dalam hitungan jam, tetapi tak sedikit yang harus selesai dalam hitungan hari. Ternyata saya tidak benar-benar selalu menjadi pakar untuk bidang yang sudah saya tekuni bertahun-tahun ini. Kadang-kadang kerepotan juga menemukan ide.

Jika ide sudah ketemu, kadang-kadang tidak lancar dalam penuangan. Bahkan orang yang sudah menekuni pekerjaannya pun, masih harus akrap dengan kesulitan. Tetapi percayalah, betapapun sulitnya, di tangan sebuah jam terbang, kolom ini rampung juga seperti biasa.
       
Saya juga teringat tentang sebuah undangan sebagai pembicara pertama yang gagal saya datangi lebih karena saya gagal berkompromi dengan ketegangan. Saya malu sekali ketika seroang teman menebak dengan tepat apa alasan ketidakdatangan saya itu: tegang. Saya sangat ingin bicara, tetapi saya takut sekali bicara, karena jam terbang belum saya punya.

Ingin tetapi ketakutan ini sungguh penderitaan. Jadi menempuh jam terbang memang penuh penderitaan. Tetapi  sebenar-benarnya penderitaan ialah ketika seseorang sama sekali belum memiliki jam terbang.
       
Kini, di setiap kesempatan, ketika saya sedang bekerja dalam rangka menempuh ''jam terbang'' hingga terbang dalam pengertian  sebenarnya,  saya mencoba menikmati keduanya. Sama sekali membebaskan diri dari derita menempuh jam  terbang pasti tidak mungkin. Kesakitan tetaplah kesakitan, derita tetaplah derita dan ia tak bisa dilenyapkan.

Ia menjadi berharga justru ketika terasakan. Tetapi merasakan kesakitan itu sambil membayangkan seluruh manfaat jam terbang ini, adalah sebenar-benarnya kegembiraan. Begitu mendarat, selalu terpancar kelegaan di wajah para penumpang. Dan kelegaan semacam itu tak akan pernah mereka dapatkan jika mereka tak pernah terbang. Maka terbanglah!

(Prie GS/bnol)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
22 Mei 2012 | 11:44 wib
Dibaca: 270
image
15 Mei 2012 | 11:00 wib
Dibaca: 564
image
13 Mei 2012 | 11:52 wib
Parenting Day "Bunga Bangsa"
Melatih Kesabaran dengan Membatik
Dibaca: 630
image
06 Mei 2012 | 18:34 wib
Dibaca: 1019
image
23 April 2012 | 17:33 wib
Dibaca: 1170
Panel menu tepopuler dan terkomentar
06 Mei 2012 | 18:34 wib
13 Mei 2012 | 11:52 wib
15 Mei 2012 | 11:00 wib
FOOTER